Selasa, 16 Juni 2009

IMPLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN INTERNET TERHADAP PENDIDIKAN, BISNIS, DAN PEMERINTAHAN

Siapkah Indonesia?
Budi Rahardjo
Pusat Penelitian Antar Univeristas bidang Mikroelektronika (PPAUME)
Institut Teknologi Bandung
2000
Email: br@paume.itb.ac.id

Abstrak
Teknologi Informasi dan Internet sudah merasuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Tulisan ini membahas implikasinya dalam bidang Pendidikan, Bisnis, dan Pemerintahan baik di luar negeri maupun di Indonesia. Internet yang mendobrak batas ruang dan waktu menciptakan peluang dan juga masalah-masalah baru.
Pendahuluan
Dimana saja anda membaca, saat ini, sulit untuk menghindari dari informasi atau tulisan tentang teknologi informasi (information technology, IT ) dan Internet. Hal ini tidak saja terjadi di negara Amerika sana, akan tetapi di Indonesia juga. Surat kabar dan majalah dipenuhi dengan cerita sukes dan gagal dari individu atau perusahaan yang merangkul IT dan Internet. Tulisan singkat ini akan sedikit mengulas implikasi IT terhadap bidang Pendidikan, Bisnis, dan Pemerintahan.
Sebelum mebahas lebih lanjut, mari kita bahas dahulu apa yang dimaksud dengan IT dan Internet. Teknologi Informasi adalah sama dengan teknologi lainnya, hanya informasi merupakan komoditas yang diolah dengan teknologi tersebut. Dalam hal ini, teknologi mengandung konotasi memiliki nilai ekonomi. Teknologi pengolah informasi ini memang memiliki nilai jual, seperti contohnya teknologi database, dan security. Kesemuanya dapat dijual. Bentuk dari teknologi adalah kumpulan pengetahuan (knowledge) yang diimplementasikan dalam tumpukan kertas (stacked of papers), atau sekarang dalam bentuk CD-ROM. Tumpukan kertas inilah yang anda dapatkan jika anda membeli sebuah teknologi dalam bentuk patent atau bentuk HaKI (Intellectual Property Rights) lainnya.
Apa memang benar “informasi” merupakan sebuah komoditas? Jawaban singkat adalah ya. Sebagai contoh, jika anda mengetahui bahwa besok nilai tukar rupiah akan jatuh dengan drastis, maka anda akan bergegas ke bank untuk menukarkan rupiah anda dengan dollar. Demikian pula jika anda mengetahui bahwa akan terjadi sebuah demonstrasi di daerah tertentu, maka anda akan menghindari daerah tersebut. Contoh-contoh di atas menujukkan bahwa informasi telah menjadi komoditas yang berharga. Itulah sebabnya kita memiliki surat kabar, majalah, tabloid dan sekarang situs web yang berubah secara cepat seperti Detik.com , Astaga! , satunet , dan masih banyak situs web lainnya. Kesemuannya mengandalkan informasi sebagai komoditas.
Implikasi IT dan Internet
Di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat, IT dan Internet sudah betul-betul merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Dalam berbagai hal dapat kita lihat implikasinya. Berbagai dokumen dapat kita baca untuk melihat hal ini. Tulisan ini hanya membahas implikasi dalam bidang Pendidikan, Bisnis, dan Pemerintahan saja.
Implikasi di bidang Pendidikan
Sejarah IT dan Internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Internet di Amerika mulai tumbuh dari lingkungan akademis (NSFNET), seperti diceritakan dalam buku “Nerds 2.0.1”. Demikian pula Internet di Indonesia mulai tumbuh dilingkungan akademis (di UI dan ITB), meskipun cerita yang seru justru muncul di bidang bisnis. Mungkin perlu diperbanyak cerita tentang manfaat Internet bagi bidang pendidikan.
Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi malasah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?.) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus (biasanya menggunakan standar Z39.50, seperti WAIS ), aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet ) atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer). Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.
Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Irian dapat berdiskusi masalah kedokteran dengan seoran pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.
Sharring information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.
Distance learning dan virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Bahkan tak kurang pakar ekonomi Peter Drucker mengatakan bahwa “Triggered by the Internet, continuing adult education may wll become our greatest growth industry”. (Lihat artikel majalah Forbes 15 Mei 2000.) Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja.
Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia:
• Akses ke perpustakaan;
• Akses ke pakar;
• Menyediakan fasilitas kerjasama.
Inisiaif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di bidang pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sedang giat kami lakukan adalah program “Sekolah 2000”, dimana ditargetkan sejumlah sekolah (khususnya SMU dan SMK) terhubung ke Internet pada tahun 2000 ini. (Informasi mengenai program Sekolah 2000 ini dapat diperoleh dari situs Sekolah 2000 di http://www.sekolah2000.or.id) Inisiatif seperti ini perlu mendapat dukungan dari kita semua. Ingat, ini masa depan anak cucu kita semua.
Implikasi di Bidang Bisnis
Berita atau informasi manfaat IT dan Internet di bidang bisnis nampaknya sudah sedemikian banyak sehingga jika dituliskan akan menjadi sebuah buku. Perlu diingat bahwa IT dapat dijadikan produk atau dapat digunakan sebagai alat (tools). Jadi sebuah perusahaan dapat menghasilkan produk IT atau dapat menggunakan IT untuk menghasilkan produk atau layanannya. Untuk yang terakhir ini, IT dijadikan sebagai tools, bukan sebagai end product.
Adanya Internet mendobrak batasan ruang dan waktu. Sebuah perusahaan di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pasar Amerika dibandingkan dengan perusahaan di Eropa, atau bahkan dengan perusahaan di Amerika. Dahulu hal ini mungkin akan sulit dilakukan karena perusahaan lokal akan memiliki akses yang lebih mudah kepada pasar lokalnya. Perlu diingat, hal yang sebaliknya (perusahaan luar mengakses pasar Indonesia) dapat juga dilakukan dengan mudah. Jika hal ini tidak mendapat perhatian, maka pasar dalam negeri kita akan dijarah oleh perusahaan asing.
IT dan Internet dipercaya menjadi salah satu penopang ekonomi Amerika Serikat. Demikian percayanya mereka kepada hal ini sehingga pemerintah Amerika sangat bersungguh-sungguh untuk menjaga dominasi mereka dalam hal ini. Berbagai inisiatif dilaksanakan oleh pemerintah Amerika Serikat seperti dapat dilihat pada dokumen-dokumen yang dapat diperoleh di Web site mereka:
• “Digital Economy 2000” (diperoleh dari http://www.ecommerce.gov)
Ekonomi yang berbasis kepada IT dan Internet ini bahkan memiliki nama sendiri: New Digital Networked Economy. Dalam ekonomi baru ini banyak kaidah ekonomi lama (old economy) yang dijungkirbalikkan. Pasar modal seperti NASDAQ yang didominasi oleh saham perusahaan yang berbasis teknologi ramai diburu dan dimonitor oleh pelaku bisnis. Saham-saham perusahaan teknologi, terutama yang berbasis IT dan Internet, dicari-cari oleh orang meskipun perusahaan tersebut masih dalam keadaan merugi. Ini berbeda dengan kaidah old economy. Apakah ini sehat atau tidak, banyak sudah kajian tentang hal ini. Ada yang mengatakannya sebagai bubble economy [Lihat refrensi “Internet Bubble”]. Point yang ingin disampaikan adalah ini ekonomi baru yang mesti kita simak dan kaji dengan seksama.
Di dalam industri software telah terjadi sebuah perubahan filosofi. Source code program yang semula dijaga kerahasiaannya sekarang dibuka dan dapat dibaca oleh siapa saja. Bagaimana perusahaan bisa menjual produk softwarenya? Perubahan filosofi ini dituangkan dalam sebuah model yang disebut model “Bazaar” dengan implementasi yang disebut “open source”. Contoh keberhasilan pendekatan ini adalah adanya operating system Linux yang gratis dan perusahaan Redhat yang mengkomersialkan produk Linux tersebut. (Diskusi lengkap mengenai filosofi ini dapat dilihat pada buku Eric Raymond, pada bagian “bahan bacaan”.)
Hilangnya batasan ruang dan waktu dengan adanya Internet membuka peluang baru untuk melakukan pekerjaan dari jarak jauh. Istilah teleworker atau teleworking mulai muncul. Seorang pekerja dapat melakukan pekerjaannya dari rumah tanpa perlu pusing dengan masalah lalulintas.
Kesemua hal di atas menunjukkan adanya peluang-peluang baru di dalam bisnis dengan adanya IT dan Internet.
Di Indonesia ada berbagai inisiatif untuk menumbuhkan bisnis dan industri IT & Internet seperti program Nusantara 21, program Telematikan Indonesia, dan program Bandung High-Tech Valley (BHTV) . Kesemuanya ini diharapkan dapat memacu Indonesia sehingga tidak tertinggal di dalam dunia IT dan Internet.
Implikasi di Bidang Pemerintahan
Implikasi IT dan Internet kepada bidang Pemerintahan agar kurang banyak dibahas, meskipun istilah e-government sering muncul dalam tulisan dan pemberitaan. IT dan Internet memaksa pemerintah untuk menjalankan pemerintahan dengan transparan. Pejabat-pejabat harus dapat dihubungi melalaui e-mail. Birokrasi untuk melakukan pelaporan dapat dikikis dengan menggunakan Internet.
Aplikasi IT yang berhubungan dengan pemerintahaan adalah aplikasi yang dapat mendekatkan pejabat dengan rakyatnya. Town house meeting dapat dilaksanakan melalui teleconferencing. Demonstrasi dari mahasiswa dan rakyat dapat dikurangi atau bahkan dihindari bila mereka dapat melakukan dialog (baik secara tatap mata maupun secara elektronik) dengan para pejabat. Mengapa tidak menggunakan teleconferencing dimana rakyat langsung dapat menghadap dan berdialog dengan pejabat, meskipun letak fisik diantara keduanya cukup jauh?
Di Indonesia, IT sebetulnya sudah lama digunakan di bidang pemerintahaan. Penggunaan Internet juga sudah dimulai dengan adanya aplikasi “RI-NET” sebagai salah satu aplikasi pemacu program Telematika Indonesia. Aplikasi RI-NET ini memberikan akses email kepada para pejabat, memberikan layanan web (homepage) yang dapat diakses di http://www.ri.go.id, memberikan layanan pertukaran informasi multimedia, dan di kemudian hari akan memiliki aplikasi Decission Support System.
Salah satu contoh aplikasi lain adalah penggunaan web untuk menampilkan hasil pemilu yang baru lalu. Pengguna Internet di mana saja dapat melihat hasil pemilu secara on-line dan real-time di http://www.kpu.go.id dan http://www.hasilpemilu99.or.id. Hal ini memberikan keterbukaan (transparansi) pada proses pemilu. Hasilnya dapat kita lihat bahwa tidak banyak orang yang mengeluhkan masalah hasil pemilu yang baru lalu.
Penutup
Tulisan yang singkat ini semoga dapat memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca sekalian, bahwa IT dan Internet sudah tidak dapat kita hindari. Bahkan, semestinya IT dan Internet kita gunakan untuk mensejahterakan bangsa Indonesia.
Kendala di Indonesia
Jika memang IT dan Internet memiliki banyak manfaat, tentunya ingin kita gunakan secepatnya. Namun ada beberapa kendala di Indonesia yang menyebabkan IT dan Internet belum dapat digunakan seoptimal mungkin.
Salah satu penyebab utama adalah kurangnya ketersediaan infrastruktur telekomunikasi. Jaringan telepon masih belum tersedia di berbagai tempat di Indonesia. Biaya penggunaan jasa telekomunikasi juga masih mahal. Harapan kita bersama hal ini dapat diatasi sejalan dengan perkembangan telekomunikasi yang semakin canggih dan semakin murah.
Penetrasi komputer (PC) di Indonesia masih rendah. Untuk itu perlu dipikirkan akses ke Internet tanpa melalui komputer pribadi di rumah. Penggunaan Internet devices lain seperti Internet TV diharapkan dapat menolong. Sementara itu tempat akses Internet dapat diperlebar jangkauannya melalui fasilitas di kampus, sekolahan, dan bahkan melalui warung Internet.
Isi atau content yang berbahasa Indonesia masih langka. Hal ini merupakan masalah yang cukup serius. Perlu kita upayakan kegiatan-kegiatan atau inisiatif untuk memperkaya materi yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia. Proses ini harus dilakukan secara sadar dan proaktif.
Implikasi di bidang lain
IT dan Internet juga dapat mengubah kultur kita sehari-hari. Dahulu orang dapat bekerja dengan santai. Sekarang dengan adanya Internet, persaingan menjadi global sehingga orang ditantang untuk menghadapi saingan global. Tadinya orang berfikir bahwa adanya komputer (dan Internet) dapat membuat pekerjaan kita menjadi lebih mudah dan santai. Akan tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Kita bekerja lebih lama, bahkan pekerjaan sering dibawa ke rumah. Kalau dulu ada istilah “working 9 to 5” (bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore), maka sekarang kita bekerja “5 to 9” (mulai dari jam 5 pagi sampai jam 9 malam). Tentu hal ini akan berimplikasi kepada kehidupan kita, seperti kehidupan rumah tangga. Contoh di Silicon Valley menunjukkan banyaknya rumah tangga yang pecah dan juga banyaknya pekerja yang tetap single. Tanpa bermaksud menakut-nakuti, siapkah kita menghadapi kehidupan seperti ini?
Bahan Bacaan
1. Stephen Segaller, “Nerds 2.0.1: A brief history of the Internet”, TV Books, L.L.C., 1998. Buku ini menceritakan awal kejadian Internet beserta tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya.
2. James W. Michaels and Dirk Smillie, “Webucation: Some smart investors are betting big bucks that Peter Drucker is right about the brilliant future of online adult education,” Forbes, 15 Mei 2000.
3. United States Government Electronic Commerce Policy
http://www.ecommerce.gov
Situs web ini berisi informasi tentang electonic commerce, lengkap dengan dokumen-dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika Serikat.
4. Anthony B. Perkins, dan Michael C. Perkins, “The Internet Bubble: Inside the overvalued world of high-tech stocks – and what you need to know to avoid the coming shakeout”, HarperBusiness, 1999. Buku ini menceritakan tentang saham Internet dan IT yang menjadi rebutan sehingga mahal harganya.
5. Eric S. Raymond, “The Cathedral and the Bazaar: Musings on Linux and Open Source by an Accidental Revolutionary”, O’Reilly & Associates, Inc., 1999. Buku ini bercerita tentang konsep open source dan menjelaskan kesuksesan Linux.
Read rest of entry

Resources for Mobilizing Funding for Development Projects

Jack K. Boyson, International Youth Foundation, Author
Yumi Sera, World Bank, Editor


Small Grants Program, Social Development Department, World Bank
International Youth Foundation, Baltimore, Maryland USA







August 2001

This document was prepared in partnership between the International Youth Foundation and the Small Grants Program of the World Bank. It is not a formal publication of the World Bank.

The findings, interpretations, and conclusions expressed in this document are entirely those of the author(s) and should not be attributed in any manner to the World Bank, to its affiliated organizations, or members of its Board of Executive Directors or the countries they represent. Citation in this document does not constitute an endorsement of the organization.

Copies of this document are available from the World Bank website, www.worldbank.org/ngos.




The Small Grants Program is managed by the Social Development Department and funded by the Development Grant Facility of the World Bank. Since 1983, it has provided funding to civil society organizations to promote dialogue and dissemination of information on development and to enhance partnerships with key players in the development arena. The purpose of the Program is to support the empowerment of citizens to have greater control over development processes, thereby making these processes more inclusive and equitable. Funding to civil society organizations is provided through participating World Bank Country Offices.

The International Youth Foundation (IYF) was established in 1990 to bring worldwide support to the many exceptional local efforts that are changing young lives in every corner of the globe. Through great progress has been made in keeping more children alive, an even greater number are growing up with little education, job training, productive employment—or hope. Yet in many communities around the world, innovative programs and practices have been developed to meet these urgent needs. IYF is dedicated to increasing the effectiveness, scale, and sustainability of these proven approaches. It does so by drawing on the expertise of a worldwide network of Partner organizations to ensure that the best programs are identified and expanded. In its work with more than 160 companies, foundations, bilateral and multilateral agencies, and nongovernmental organizations worldwide, IYF is focused on building in-depth strategic partnerships among the business, public, and civil society sectors.



Preface


Development organizations throughout the world are often in need of knowing how to contact donors who could provide them services and funding. This guide has been prepared to help development professionals with a list of directories and Websites that provide insights and information on the geographical and programmatic priorities and application procedures of international donors. An ample margin is provided for you to write down your findings as you research particular donors. Website links are provided, but some of the links may not always work or may change.

Because the fields of development and philanthropy are changing rapidly, the author realizes that the information presented in this guide will become outdated. Please help us keep it current with new sources.

If development organizations find this guide to be useful, please share your thoughts and reactions so that other practitioners could learn from your experience.

Do you know of other relevant publications and Websites that should be included in future editions of this guide? Send your suggestions to:

Jack K. Boyson
Senior Project Planner
International Youth Foundation
32 South Street, Suite 500
Baltimore, Maryland, USA 21202
Fax: 410 347 1188
E-mail: jackb@iyfnet.org
August 2001



Table of Contents

Page
I. Technical Assistance in
How to Mobilize Resources 2


II. Categories of Donors 4


III. Researching Donors 8

a. Published Directories 8


b. Electronic Resources for 11
Researching the Web


c. Web Portals for Donor 12
Websites


1. Regional 12


2. Worldwide 16










I. Technical Assistance in How to Mobilize Resources

One of the important challenges facing any community-based or nongovernmental organization is how to keep the good work of the organization going. How can such an organization attract a broad base of support to sustain itself? Where can it go to get technical assistance on how to diversify its sources of support? The following Websites offer online and other technical assistance on resource mobilization methods:

About Nonprofit Charitable Organizations
http://nonprofit.about.com/
About contains information on a broad range of topics related to operating an NGO. The site contains information on how to do Web-based fundraising, staff training, donor information, management information, public relations, technology, and managing volunteers.

The Chronicle of Philanthropy
http://philanthropy.com/
The Chronicle is a biweekly newspaper with extensive coverage on fundraising, technical assistance, and issues facing NGOs from a U.S. perspective.

CIVICUS
http://www.civicus.org
Civicus conducts several programs on resource mobilization and corporate philanthropy. It also maintains a database on organizations that work to strengthen and grow civil society organizations worldwide.

The Foundation Center
http://www.fdncenter.org/
The FC’s Website contains a broad array of fundraising information, including donor directories, an online librarian to answer questions, proposal writing guides, valuable tips on fundraising, downloadable common grant applications forms from specific donors, training and seminar directories, and a guide to libraries housing the FC's directories. You can also subscribe to their weekly email newsletter entitled “Philanthropy News Digest.” Just email to the following address: LISTSERV@LISTS.FDNCENTER.ORG with the words SUBSCRIBE PND-L your name in the text.


InnoNet
http://www.innonet.org/about/mission.cfm
InnoNet's mission is to build the skills, knowledge, and processes within public and nonprofit organizations to improve their overall organizational learning and effectiveness.

The International Training and Consulting Institute
http://www.iyfnet.org/
The ITCI is a unit of the International Youth Foundation that provides technical assistance and training worldwide to help NGOs diversify their revenue streams and sustain themselves.

Internet Prospector: http://w3.uwyo.edu/~prospect/inter.html
The IP provides “donor prospectors” with numerous tips on how to conduct funding research on the Web. It contains numerous links to other useful sources of information on donors, both domestic and international. The IP also publishes a monthly online newsletter that contains a section on international prospect research.

INTFUND: A listserve for discussion of issues related to international fundraising. To subscribe, mail to: listserv@vm1.mcgill.ca [note: this is a numeral ‘1,’ not a letter ‘l’] in the body of the message, type: subscribe INTFUND, messages to the list go to: intfund@vm1.mcgill.ca

National Center for Nonprofit Boards
http://www.ncnb.org/links.htm
Besides offering technical assistance to NGOs seeking to engage their boards in fundraising, NCNB also offers numerous linkages to other organizations providing technical assistance in fundraising.

Philanthropy Journal
http://www.pj.org.
This Website provides hyperlinks to other foundation homepages. You can subscribe to a free email weekly fundraising newsletter entitled “Philanthropy Journal Alert” from the publishers of “Philanthropy Journal.” Send your email address to pjalert-on@mail-list.com.




Philanthropy Search
www.philanthropysearch.com/
Sponsored by the US-Based National Society for Fundraising Executives, this portal serves as a gateway to the online world of philanthropy and nonprofits. Very useful is the Website’s “speed search” functions in which one either clicks on a category related to donors or types in a word search for information on a specific fundraising topic.

Synergos Institute
http://www.synergos.org/globalphilanthropy/00/fbsresources.htm
The Synergos Institute maintains a knowledge base on mobilizing resources and support that includes suggestions on formulating strategies to mobilize resources, building endowments, raising resources from international foundations, fundraising from individuals and the public, creating a financial bridge to the private sector, working with Official Development Assistance Agencies, and generating earned income.

UK Fundraising
http://www.fundraising.co.uk/
This site is an electronic fundraising resource for UK and European nonprofit grantseekers.

II. Categories of Donors.

There are a wide variety of funding sources that offer support for development projects. Below is a list of donor categories containing a few examples of specific donor organizations within a particular category:

• Official Development Assistance (ODA) Agencies.
The majority of governments in the Northern Hemisphere operate agencies or departments—often housed in their embassies—that provide financial aid to NGOs and community-based organizations. Apart from these ODA units or agencies, some embassies also manage small grants programs out of the office of the Ambassador or community relations unit. The following are a few examples of such agencies: the Australian Agency for International Development (AUSAID), and the Canadian International Development Agency (CIDA), the Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ/Germany), the Department for International Development (DFID/UK), the European Union (EU), the Japan International Cooperation Agency (JICA), the Swedish International Development Agency, (SIDA/Sweden), and the United States Agency for International Development (USAID).

• United Nations Agencies. Since many governments contribute to the operations of United Nations agencies, these agencies are called multilateral. Often multilateral assistance is frequently directed toward government programs, but many UN agencies work closely with NGOs. Examples of such agencies are the following: the International Labor Organization (ILO), United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF), the United Nations Development Program (UNDP), United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), United Nations Population Fund (UNFPA); World Health Organization (WHO); and United Nations Development Fund for Women (UNIFEM).

• Multilateral Development Banks. Multilateral Development Banks are also considered multilateral because many governments contribute to their operations. Such banks may be global or regional in geographical focus. Although their primary business is offering loans and policy advice to client governments, often their local country offices make small grants to NGOs and community-based organizations. Examples of Multilateral Development Banks include: the African Development Bank (headquartered in Cote d'Ivoire), Asian Development Bank (headquartered in the Philippines), the European Bank for Reconstruction and Development (headquartered in the United Kingdom), the Inter-American Development Bank (headquartered in the United States), the Japan Bank for International Cooperation (headquartered in Japan), and the World Bank (headquartered in the United States).

• International Foundations. Foundations are independent entities in the business of making grants to NGOs and community-based organizations. Often they derive their income from an endowment, a wealthy benefactor, a corporation, or constant fundraising. Examples of international foundations include: the Asian Development Trust (Japan), W.K. Kellogg Foundation (United States), Kaiser Family Foundation (United States), the Ford Foundation (United States), the Bernard van Leer Foundation (Netherlands), Fundación CODESPA (Spain), the John D. and Catherine T. MacArthur Foundation (United States), the Rockefeller Brothers Foundation (United States), the Wellcome Trust (United Kingdom), Fondation de France (France), Fondation Roi Baudouin (Belgium), the Soros Network of Foundations/Open Society (United States), and the Aga Khan Foundation (Switzerland).

• Global Corporations. Many global companies demonstrate their social responsibility by supporting projects in communities where they operate. Examples include: ABB ASEA Brown Boveri Ltd., (Switzerland), Aegon NV (Netherlands), Bertlesmann AG (Germany), Robert Bosch (Germany), Citibank (United States), Coca-Cola (United States), Deutsche Bank (Germany), H. B. Fuller (United States), Honda (Japan), Grand Met (United Kingdom), Imetal (France), Levi Strauss & Company (United States), MicroSoft (United States), J.P. Morgan (United States), Odebrecht (Brazil), Shell (Netherlands), and Sony (Japan).

• International Nongovernmental Organizations. International NGOs are global charities that raise funding from a variety of sources, including the general public, to support projects in the developing world. Sometimes they are specialist organizaitons focusing on health, agriculture, emergency relief, environment, education, community development, or micro lending, or a combination of areas. Examples of such organizations include: ActionAid (United Kingdom), CARE (United States), Concern Worldwide (Ireland), Helvetas (Switzerland) Intermon (Spain), Norwegian People's Aid (Norway), Groupe Developpment, (France), Medecins Sans Frontieres (France), Oxfam (United Kingdom), PLAN International (United Kingdom), Save the Children (United States), and Terra des Hommes (Swizerland).

• International Church-Based or Religious Organizations. There are many churches and religious organizations that fund a broad range community development projects. Examples of such organizations include: the Adventist Development and Relief Agency (United States), ChristianAid (United Kingdom), Caritas (Germany), Catholic Relief Services (United States), Evangelische Zentralstelle für Entwicklungshife, EZE (Germany), Interkerkelijke Organisatie Voor Ontwikkelingssamenwerking (Netherlands), Brot für die Welt (Germany), and World Vision (United States).

In addition to the above institutions, it is important not to overlook host country sources for your project:

• Government Sources, such as the ministries or departments of health, education, and public welfare, and provincial and local government sources.

• Local Businesses, such as banks, real estate companies, service and industrial companies, etc., and local subsidiaries or partners of multinational corporations.

• Local Independent Foundations and Trusts, such as the Tsao Foundation (Singapore), Fundação Vitae (Brazil), Fundación Amparo (Mexico), Fundación Social (Colombia); CP Foundation (Thai), and the Kagiso Trust (South Africa).

• Community Foundations. Community foundations are independent, grant making organizations that mobilize resources from a variety of sources, including the general public. Such foundations are dedicated to addressing critical societal needs and on improving the quality of life of specific segments of a community in a limited geographic area. Examples of such foundations include: the Kenya Community Development Foundation (Kenya), the Community Development Foundation (Mozambique), Oaxaca Community Foundation (Mexico), the Rustenberg Community Foundation, (South Africa), and the Healthy City Community Foundation (Slovak Republic).

• Service Clubs and Membership Associations. Local service clubs and membership organizations are often another source of funding for local projects. Examples of such associations include: Rotary International, Lions Clubs International, chambers of commerce, and trade associations of specific industries.


III. Researching Donors and Intermediary Organizations.

After you have narrowed down the categories of donors you would like to contact, the next step is to find out as much information as possible on their programmatic priorities, geographical priorities, and application procedures. There are two ways to go about this. One way to go to an embassy, public, or university library and research the various published directories that fund development programs. If you have access to a computer and connection to a phone line, the second way is to research the various portals that provide linkages to the Websites of specific donors.

a. Published Directories. The following list contains some examples of directories in print and newsletters that are useful for identifying sources of funding for development programs. Contact the publisher directly if you wish to purchase a particular directory.

Canadian Directory to Foundations, Canadian Centre for Philanthropy, 1329 Bay Street, Suite 200, Toronto, Ontario, Canada M5R 2C4

Company Giving in Europe, The Directory of Social Change, Radius Works, Back Lane, London NW3 1HL, England

Danish Foundations, Foundation for International Understanding, Nyt Nordisk Forlag, Arnold Busck A/S, 49 Kobmagergade, DK-1150, Copenhagen, Denmark

Directory of Japanese Giving, Corporate Philanthropy Report, 2727 Fairview Avenue East, Suite D, Seattle, WA 98102 USA

Directory of International Corporate Giving in America & Abroad, The Taft Group, 27500 Drake Road, Farmington Hills, MI 48331-3535

Directory of Non-Governmental Organizations in Sustainable Development Parts I & II, Population and Development, Directory of Non-Governmental Organizations in OECD Countries , and Non-Governmental Organizations and Governments: Stakeholders for Development, Head of Publications Service, OECD, 2, rue Andre-Pascal, 75775 Paris CEDEX 16, France

EFC Monitor (quarterly publication), International Guide to Funders Interested in Central and Eastern Europe, Directory of Foundations and Corporate Members of the European Foundation Center (updated yearly) European Foundation Centre, Publications Office, 51 rue de la Concorde, B-1050 Brussels, Belgium

Foundations in International Affiars, ACCESS: An International Affairs Information Service, 1511 K Street, N.W., Suite 643, Washington, D.C. USA 200005

Grants for Foreign and International Programs, Guide to Funding for International & Foreign Programs, The Foundation Center, 79 Fifth Avenue, New York, NY 10003-3076 USA

Grants from Europe, National Council for Voluntary Organizations, Regent's Wharf, 8 All Saints Street, London N1 9RL United Kingdom

Guide to European Community Grants and Loans, Eurofi plc, Guildgate House, Pelican Lane, Newbury, Berkshire, RG13 1NX, England

Hoover's Handbook of World Business, The Reference Press, 644 Highway 290 E. Suite E-104, Austin, Texas 78723

Inside Japanese Support, Directory of International Corporate Giving, The Taft Group, 12300 Twinbrook Parkway, Suite 450, Rockville, MD 20852 USA

InterAction Member Profiles, American Council for Voluntary International Action, 1717 Massachusetts Avenue, NW, Suite 801, Washington, DC USA 20036

International Encyclopedia of Foundations (1990), Greenwood Press, 88 Post Road West, Westport Connecticut, USA 06881

International Foundation Directory, Europa Publications Limited, 18 Bedford Square, London, EC1b 3JN U.K.

The NGLS Handbook, United Nations Non-Governmental Liaison Service, Room 6015, 866 UN Plaza, New York, NY 10017

National Directory of Grantmaking Public Charities, The Foundation Center, 79 Fifth Avenue, New York, NY USA 10003-3076

Nederland en Ontwikkelingslanden Adreslijst, Voorlichtingsdienst Ontwikkelingssamenwerkin, Bezuidenhoutseweg 67, Postbus 20061, 2500 EB Den Haag, Nederland

The Reality of AID, International Council of Voluntary Agencies, Case Postale 216, 1211 Geneva 21 Switzerland

United Nations Handbook, Ministry of Foreign Affairs and Trade, Private Bag 18902, Parliament Buildings, Wellington, New Zealand

Verzeichnis der Deutschen Stiftungen (1991), Bundesverband Deutscher Stiftungen e.V. Adenaueralle 15 W-5300 Bonn 1 Germany

WFC/International Philanthropy (quarterly), World Fundraising Council Secretariat, 1101 King Street, Suite 700, Alexandria, Virginia, 22314 USA



b. Electronic Resources for Researching the Web. In addition to the directories mentioned above, consider going online and researching the World Wide Web. The major advantage of obtaining information from the web is one of timeliness—you are likely to find the latest information about a particular donor. Nevertheless, always check the entry dates of Web text to see if the information is current.


The following are some recommended Websites that provide assistance in researching the Web:

A Grant Seeker’s Guide to the Internet: Revised by Grant and Sonenberg is a very readable publication for those not familiar with using the Web to identify funding resources. This document can be accessed at http://www.mindspring.com/~ajgrant/guide.htm.

Guide to Grantseeking on the Web is a print guide to researching the web (The Foundation Center, 79 Fifth Avenue, New York, NY 10003-3076). It contains a toolkit of resources for identifying funding sources, a glossary of common terms, and a bibliography of related resources in the field. This book helps the donor prospector to develop an organized, focused approach to funding research on the Web while saving valuable research time.









c. Web Portals for Donor Websites. The following portals provide direct linkages to hundreds of grantmaker Websites on a regional or worldwide basis:

1. Regional Websites of Donors.

Africa and the Middle East:
African Development Bank
http://www.afdb.org/
The African Development Bank’s Website provides information on how it invests in combating poverty and improving the lives of peoples on the continent of Africa.

African Development Foundation
http://www.sdnp.undp.org/sdncmr/subweb/adf.htm
The African Development Foundation’s Website describes how it supports self-help development initiatives of under-privileged people of Africa.

ArabNet
http://www.arab.net
An online resource for information on the Arab world in the Middle East & North Africa, particularly useful in identifying multi-national corporations active in region. For additional information, also see the following Websites:
http://www.hdjp.org
http://www.1000sites.com

Southern African Grantmakers Association
http://www.wingsweb.org/DirectoryInformation/SAGA.htm
SAGA provides professional development and technical assistance to independent, voluntary and nonprofit organizations and individuals involved in funding development projects in Southern Africa.









Asia and the Pacific

Asian Development Bank: http://www.asiandevbank.org/
ADB’s Website provides detailed information on its geographical and programmatic priorities and application procedures. See the following page for information on current projects by country and category:
http://www.asiandevbank.org/projects

Asia Pacific Philanthropy Information Network
http://www.asianphilanthropy.org/
The Asia Pacific Philanthropy Information Network seeks to: make available contemporary information about philanthropy and the third sector within the Asia Pacific region, and build strong networks between researchers seeking to understand philanthropy and the third sector within the region. The Asian Pacific Philanthropy Consortium aims to promote the flow and effectiveness of philanthropy in the region. http://www.asianphilanthropy.org/appc/

Indian Centre for Philanthropy
www.indev.nic.in/icp
The ICP acts as a clearinghouse of information on national and international philanthropy.

Japan Foundation Centre
http://www.jfc.or.jp
The Centre provides authoritative information on Japanese grant-making foundations to grantmakers and grantseekers.

League of Corporate Foundations
http://www.wingsweb.org/DirectoryInformation/LCF.htm
The LCF mobilizes the business sector in the Philippines to work with communities and partner institutions on sustainable development programs.

Philanthropy Australia
http://www.philanthropy.org.au/
PA is the national association which represents Australia's leading private, family, corporate and community Trusts and foundations, some which give internationally or regionally.

Philippine Business for Social Progress
http://www.pbsp.org.ph/
PBSP is a private, national, and non-profit corporate-led foundation that encourages business sector commitment to social development.

Philanthropy New Zealand
www.philanthropy.org.nz
PNZ is a membership organization representing private trusts and foundations and those grant-making trusts unique to New Zealand created through the sale of community banks and energy utilities.

Eastern and Central Europe and the Former Soviet Union:

Charity-Know-How
http://www.charitynet.org
An initiative of the British Foreign and Commonwealth Office, numerous charitable foundations, and other donors to provide technical assistance to organizations working the Central and Eastern Europe and the former Soviet Union.

Czech Donors Forum
http://www.czechdonors.cz/
The Donors Forum is an association of Czech and foreign donors—private, government and corporate—whose members support the development of a civil society in the Czech Republic by encouraging philanthropy and supporting non-governmental organizations.

Donors Forum
http://www.wingsweb.org/DirectoryInformation/DFSlovakia.htm
The Donors Forum is an association of Slovak and foreign donors, both private and governmental.





European Bank for Reconstruction and Development
http://www.ebrd.com
This Website provides detailed information on the EBRD's programmatic and geographical priorities in Eastern and Central Europe and the countries of the Former Soviet Union.

NGONET
http://www.ngonet.org/fundr.htm
This Website has been created to provide information to, for, and about NGOs in Central and Eastern Europe. The Fundraising Support link includes a guide to a variety of funders supporting projects in this region.

Latin America and the Caribbean:

Centre for Philanthropy
www.charity.bm
The Centre is the clearinghouse and database for Bermuda’s trusts and foundations.

Centro Colombiano de Responsibilidad Empresarial
www.ccre.org.co
The Centro promotes philanthropy and social responsibility among Colombian companies.

Centro Mexicano de Filanthropia
http://www.cemefi.org/
CEMEFI is an association of Mexican foundations and trusts that promotes philanthropy in Mexico.

Grupo de Fundaciónes
www.gdf.org.ar
GDF is an association of foundations and corporate donors in Argentina.

Grupo de Institutos, Fundacoes e Empresas www.gife.org.br
GIFE is a membership association that includes institutes, foundations and corporations which are active within the Third Sector in Brazil, making private resources available for public purposes.


Inter-American Development Bank: http://www.iadb.org/
Website of the IADB provides detailed information on the Bank’s geographic and programmatic priorities. The IADB also has the web page for the Inter-American Working Group on Youth Development with hyperlinks to other sites.

Inter-American Foundation
http://www.iaf.gov
The Inter-American Foundation’s Website provides an overview of its work in Latin America and the Caribbean to promote equitable, responsive, and participatory self-help development. The Website also describes how IAF enters into partnerships with public- and private-sector entities to scale up support and mobilize local, national, and international resources for grassroots development.

Jamaican Foundations and Corporate Donors
http://www.wingsweb.org/DirectoryInformation/JFCD.htm
The JFCD publishes directories on Jamaican trusts and foundations.

The Synergos Institute
http://www.synergos.org/globalphilanthropy/database/
The Synergos Institute maintains a searchable database containing profiles of over 120 foundations and grantmakers operating in Latin American countries.

2. World-wide:

Action Without Borders
http://www.idealist.org/
This is Website contains thousands of links to the homepages of community-based NGOs, international NGOs, grassroots organizations, and international and country-specific donors in 130 countries. Using its search functions, you can identify and provide hyperlinks to the Websites of numerous donors scattered all over the world.




Association of Voluntary Service Organizations (AVSO)
http://village.agoranet.be/~aviso/links.html
This Website serves as a resource for recruiting volunteers to work overseas and also provides a linkage to EU funding for youth and education.

British Library for Developmental Studies
http://nt1.ids.ac.uk/eldis/
This Website provides access to detailed information on national/government aid agencies, regional aid agencies and development banks, the World Bank Group, United Nations Agencies, non-governmental organizations as donors, volunteer supplying aid agencies, and other development aid sources.

Charity Village: http://www.charityvillage.com/charityvillage/fund.asp
This Canadian Website serves as a “information kiosk” for both Canadian and international NGOs. It contains links to online databases and directories of Canadian funding agencies, many of whom fund abroad.

The Communication Initiative
http://www.comminit.com
CI’s Website contains links to a number of multi- and bilateral donor agencies and also contains information on strategic thinking, planning models, and monographs on a wide range of development topics.

The Council on Foundations
http://www.cof.org
Primarily directed toward the trustees and staff of U.S.-based donor institutions, this Website provides information, ideas, analysis and commentary relevant to effective grantmaking.

Deutsches Spendeinstitue Krefeld (German Charities Institute)
http://www.dsk.de/engl/
In German and English, this Website provides information on philanthropy in Germany and more than 5,200 German not-for-profit organizations. It also includes links to the Websites of a number of German donors working internationally.

Development Gateway
http://www.developmentgateway.com
The Development Gateway of the World Bank is designed to help communities, organizations, and individuals build partnerships, share ideas, and work together to reduce poverty. Its database contains comprehensive information on a broad variety of development topics. The Website also serves as a portal to a significant number of resource and specialized technical assistance organizations.

Directory of Development Organizations
http://www.devdir.org/right.html
This Website provides an online guide to micro-finance organizations, small enterprise development organizations, development agencies, private sector organizations, development banks, and government ministries.

European Foundation Centre’s Funders Online
http://www.fundersonline.org/
The EFC has incorporated a useful search mechanism for identifying potential foundation and corporate funders active in Europe and elsewhere.

European Forum on International Cooperation: http://www.oneworld.org/euforic
EUFORIC contains information on official and non-governmental donor agencies in Austria, Belgium, Denmark, France, Germany, Ireland, the Netherlands, Portugal, Spain, and the United Kingdom.

Eurongos: http://www.eurongos.org/english/main_guide.htm
Eurongos has a search function to identify where the 16 European Official Development Assistance Agencies are working and what areas they are funding.



Fondsen In Nederland
http://www.verenigingvanfondsen.nl/
The Association of Foundations in the Netherlands (FIN) provides information on foundations in the Netherlands. The 'Fondsenboek', a directory which is published every two years by the FIN, provides information on approximately 600 Dutch foundations.

Fundsnetservice
http://fundsnetwervices.com/internat.htm
This gateway Website provides links to the Websites of numerous non-U.S.-based foundations.

Grantmakers Without Borders
http://www.internationaldonors.org
Grantmakers seeks to expand international philanthropy and serves as a clearinghouse on giving internationally.

Guidestar
http://www.guidestar.org
Guidestar is another gateway Website with a search engine that can be used to identify U.S.-based donors interested in specific countries. The site also includes news on the world of philanthropy. Grant seekers can also post funding requests online.

International Chamber of Commerce http://www.webnexus.com/users/icc/iccnchp.html
This is a “first stop” Website for identifying companies located in any region of the world that could be approached for funding and collaboration.

International Youth Foundation http://www.iyfnet.org
IYF’s Website contains information about its global network of country partners that provide financial and technical assistance to local youth-led and youth-serving programs.




National Endowment for Democracy
http://www.ned.org
The NED offers a portal to over 80 donors worldwide that fund projects dealing with human rights, democracy building, and conflict resolution.

Organization for Economic Co-operation and Development http://www.oecd.org/dac/htm/dacsites.htm
The OECD’s Website contains linkages to the home pages of the member countries of the Development Assistance Committee (DAC), including Australia, Canada, European Commission, France, Germany, Japan, New Zealand, Norway, Spain, Belgium, Denmark, Finland, France, Netherlands, United Kingdom, Sweden, and the United States.

United Nations Development Program http://www.undp.org
The UNDP’s Website contains detailed information on its geographical and programmatic priorities.

United Nations Non-Governmental Liaison Service (NGLS)
http://www.un.org/MoreInfo/ngolink/welcome.htm
This is the Website of the UN agency responsible for coordinating dialogue and cooperation between the UN system and NGOs. Also included is a list of numbers for NGO liaison officers at the various divisions of UN headquarters in New York.

United States International Grantmakers
http://www.usig.org
The purpose of this site is to facilitate international grantmaking by providing access to country reports and laws governing nonprofits and other informational materials and resources. The site serves both grantmakers and grantseekers by supporting and facilitating the process of making grants overseas.




United States Agency for International Development
http://www.usaid.gov/
USAID's Website provides detailed information on each of the agency’s programmatic and geographical priorities and application procedures.


The World Bank NGO and Civil Society Unit
http://www.worldbank.org/ngos
This site provides extensive information on how NGOs and Civil Society Organizations can work in partnership with the World Bank. It also provides linkages to the Bank’s priority themes and issues, its policies and guidelines for working with the NGO sector, and contact information of key staff.

WINGS
http://www.wingsweb.org/
This Website is maintained by the Council of Foundations and provides numerous hyperlinks to national and regional grantmaking associations, philanthropic centers, donor consortia, advisory groups, and other types of organizations providing specialized services to grantmakers in specific countries throughout the world.

In this short monograph, I have described many of the resources that are available in printed directories and on the Internet that provide in depth information on donors. By researching these directories and Websites, you will now be able to identify donors who could be approached to support your development projects. Success!

Jack K. Boyson
August 2001
Read rest of entry

Indonesian-English Acronyms

Acronym Indonesian English
AAI Asosiasi Advokat Indonesia Indonesian Advocates' Association
ABG Anak Baru Gede Young Teens
ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Indonesian Armed Forces
ADRI Angkatan Darat Republik Indonesia Indonesian Army
AEI Asosiasi Emiten Indonesia Indonesian Public Listed Companies Association
AIMMI Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia Association of Indonesian Edible Oil Industries
AIPI Asosiasi Ilmu Politik Indonesia Association of Indonesian Political Scientists
AJI Aliansi Jurnalis Independen Alliance of Independent Journalists
AKABRI Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Indonesian Armed Forces Academy
AKMIL Akademi Militer Military Academy
AKPOL Akademi Polisi Police Academy
ALRI Angkatan Laut Republik Indonesia Indonesian Navy
Amdal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Environmental Impact Analysis
APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional State Budget
APEI Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia Indonesian Securities Companies
APHI Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Association of Indonesian Forest Concessionaires
Apindo Asosiasi Pengusaha indonesia Indonesian Employers Association
APJATI Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia Association of Indonesian Labor Export Companies
APKI Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia Indonesian Pulp and Paper Association
Apkindo Asosiasi Panel Kayu Indonesia Association of Indonesian Wood Panel Producers
ASIRI Asosiasi Industri Rekaman Indonesia Indonesian Recording Industry Association
Askes Asuransi Kesehatan Health Insurance; State-owned Health Insurance Company
Aspadin Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia Association of Indonesian Producers of Packaged Drinking Water
AURI Angkatan Udara Republik Indonesia Indonesian Air Force
Bapebti Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesian Commodities Exchange Agency
Bakin Badan Koordinasi Intelijen Negara State Intelligence Coordinating Board
Bakornas PBP Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi National Coordination Board for Disaster Management and Refugees
Bakorstanas Badan Kordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional Agency for the Coordination of Support for the Development of National Stability
Balitbang Badan Penelitian dan Pengembangan Research and Development Body
Bapedal Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Environmental Impact Management Agency
Bapedalda Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah District Environmental Impact Management Agency
Bapepam Badan Penanaman Pasar Modal Capital Market Supervisory Agency
Bappeda Badan Perencanaan Pembangunan Daerah City's Development Planning Board
Bappebti Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Futures Exchange Supervisory Board
Bappenas Badan Perencana Pembangunan Nasional National Development Planning Board
Batan Badan Tenaga Atom Nasional National Atomic Energy Agency
BAZIS Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (Islamic) board which oversees the collection of alms
BEJ Bursa Efek Jakarta Jakarta Stock Exchange
BES Bursa Efek Surabaya Surabaya Stock Exchange
BIA Badan Intelijen ABRI Armed Forces Intelligence
BKKBN Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional National Family Planning Board
BKKKS Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial Social Welfare Coordinating Body
BKPM Badan Koordinasi Penanaman Modal Investment Coordinating Board
BMG Badan Meteorologi dan Geofisika Meteorology and Geophysics Agency
BPD Bank Pembangunan Daerah District Development Bank
BPHN Badan Pembinaan Hukum Nasional Agency for National Legal Development
BPK Badan Pemeriksa Keuangan State Audit Board
BPKP Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Development and Finance Controller
BPN Badan Pertanahan Nasional National Land Agency
BPPC Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkih Clove Marketing and Buffer Stock Agency
BPPT Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Agency for the Assessment and Application of Technology
BPS Biro Pusat Statistik Central Bureau of Statistics
Bulog Badan urusan Logistik State Logistics Agency
BUMN Badan Usaha Milik Negara State-owned enterprises

DAMRI Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia State-run bus company
DAS Daerah Aliran Sungai Watershed
Dekopin Dewan Koperasi Indonesia Indonesian Cooperatives Council
DLLAJ Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan City Land Transportation Agency
DPR Dewan Perwakilan Rakyat House of Representatives
DPRD I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tingkat I Provincial Legislative Council
DPRD II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tingkat II District Legislative Council
Gaikindo Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Association of Indonesian Automotive Industries
GAPPRI Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia Association of Indonesian Cigarette Producers
GBHN Garis-Garis Besar Haluan Negara State Policy Guidelines
GBSI Gabungan Serikat Buruh Independen Federation of Independent Trade Unions
GDN Gerakan Disiplin Nasional National discipline movement
GMKI Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Indonesian Christian Students Movement
GMNI Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia The Indonesian Nationalist Students Movement
GNOTA Gerakan Nasional Orang Tua Asuh National Foster Parents Movement
HIPMI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Indonesian Young Entrepreneurs Association
HIPPI Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Indonesian Indigenous Entrepreneurs Association
HKTI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Indonesian Farmers Association
HMI Himpunan Mahasiswa Islam Association of Islamic Students
IAIN Institut Agama Islam Negeri State Islamic Institute
ICMI Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia Association of Indonesian Muslim Intellectuals
IDI Ikatan Dokter Indonesia Indonesian Medical Doctors Association
Ikadin Ikatan Advokat Indonesia Indonesian Bar Association
Ikapi Ikatan Penerbit Indonesia Indonesian Publishers Association
IMB Izin Mendirikan Bangunan Construction permits
IMM Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Muhammadiyah Students Association
INPRES Instruksi Presiden Presidential instruction program
IPHI Ikatan Penasihat Hukum Indonesia Association of Indonesian Lawyers
Kadin Kamar Dagang dan Industri Indonesian Chamber of Commerce and Industry
KB Keluarga Berencana Family Planning
KDRT Kekerasan Dalam Rumah Tangga Domestic Violance
KIPP Komite Independen Pemantau Pemilu Independent Election Monitoring Committee
KITAS Kartu Izin Tinggal Sementara Temporary Stay Permit
KMK Kredit Modal Kerja Credit for Working Capital
KNPI Komite Nasional Pemuda Indonesia Indonesian National Youth Committee
Kodim Komando Distrik Militer District military command
Kontras Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan Commission for Missing Persons and Victims of Violence
Kopassus Komando Pasukan Khusus The Army's Special Force (red berets)
Korpri Korps Pegawai Republik Indonesia Indonesian Civil Servants Corps
Kosgoro Kesatuan Organisasi Gotong Royong Mutual Assistance Multi Purpose Organization
Kostrad Komando Strategis Angkatan Darat Army Strategic Reserves Command (green berets)
Kowani Kongres Wanita Indonesia Indonesian Women's Congress
KPLP Kesatuan Patroli Laut dan Pantai Indonesian Coast and Sea Guard Unit
KPR Kredit Pemilikan Rumah Housing loan/home loan
KUD Koperasi Unit Desa Village cooperatives
KUHAP Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Criminal Code Procedures
KUHP Kitab Undang-undang Hukum Pidana Criminal Code
KUHPer Kitab Undang-undang Hukum Perdata Civil Code
KUK Kredit Usaha Kecil Credit for small enterprise
KPU Komisi Pemilihan Umum General Elections Commission
KUT Kredit Usaha Tani Credit for farmers
KWI Konferensi Waligereja Indonesia Bishop Council of Indonesia
LAN Lembaga Administrasi Negara National Institute of Administration
LAPAN Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional National Space and Aviation Agency
LBH Lembaga Bantuan Hukum Legal Aid Institute
Lemhannas Lembaga Ketahanan Nasional National Resilience Institute
LIPI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia National Institute of Sciences
LKMD Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa Village Resilience Council
LP2K Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen Institute for Consumers' Protection and Fostering
LP3ES Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial Institute of Research, Education and Information of Social and Economic Affairs
LSF Lembaga Sensor Film Film Censorship Board
MA Mahkamah Agung Supreme Justice
MCK Mandi, cuci, kakus public bathing, washing and toilet facilities
Menwa Resimen Mahasiswa University military group
Monas Monumen Nasiona The National Monument
MPR Majelis Permusyawaratan Rakyat People's Consultative Assembly
MUI Majelis Ulama Indonesia Indonesian Ulemas Council
Organda Organisasi Pengusaha Angkutan Darat Organization of Land Transportation Owners
Pantura pantai utara Java's northern coast
P3K (PPPK) Pertolongan Pertama pada Kecelakaan First Aid
PBHI Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Indonesian Legal Aid and Human Rights Association
PCPP Persatuan Cendikiawan Pembangunan Pancasila Association of Intellectuals for Pancasila Development
Peradi Perhimpunan Advokat Indonesia Association of Indonesian Advocates
Perumnas Perumahan nasional State Housing Company
PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia Indonesian Teachers Union
PHDI Persida Hindu Dharma Indonesia Indonesian Hindu Religious Council
PHRI Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Indonesian Hotel and Restaurant Association
PIN Pekan Imunisasi Nasional National Immunization Week
PKK Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Family Welfare Movement
PLN Perusahaan Listrik Negara state-owned electricity company
PLTN Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Nuclear Power Plant
PMI Palang Merah Indonesia Indonesian Red Cross
PMII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Indonesian Islamic Students Movement
PMKRI Persatuan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia Association of Catholic Students
PNS Pegawai Negeri Sipil Civil Servant; Government Employee
POLRI Kepolisian Negara Republik Indonesia Indonesian National Police
POMG Persatuan Orangtua Murid dan Guru Parent-teacher association
Posyandu Pos Pelayanan Terpadu Health POS; maternal and baby clinic
PPLH Pembinaan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Cultivation and Preservation of the Environment
PPN Pajak Pertambahan Nilai Value-added tax (VAT)
Prokasih Program Kali Bersih Clean River Program
PT Perseroan Terbatas Corporation
Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat Community health centre; Local government clinic; Village clinic
PWI Persatuan Wartawan Indonesia Indonesian Journalists Association
RS Rumah Sakit Hospital
RSUD Rumah Sakit Umum Daerah District hospital
RT Rukun Tetangga Neighborhood unit
RW Rukun Warga Community unit
SD Sekolah Dasar Elementary School
Sembako sembilan bahan pokok The nine basic commodities
Siskamling sistem keamanan lingkungan Neighborhood watch
SMA Sekolah Menengah Atas Senior high school
SMP Sekolah Menengah Pertama Junior high school
SPP sumbangan penyelenggaraan pendidikan Educational Management Contribution; tuition fee
TNI Tentara Nasional Indonesia Indonesian National Army
Walhi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Indonesian Forum for Environment
Walubi Perwalian Umat Budha Indonesia Council of Buddhist Communities
WIB Waktu Indonesia Barat Indonesian Western Time Zone
WIT Waktu Indonesia Timur Indonesian Eastern Time Zone
WITA Waktu Indonesia Tengah Indonesian Central Time Zone
YKAI Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia Indonesian Child Welfare Foundation
YLKI Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Indonesian Consumers Foundation
YPAC Yayasan Pengembangan Anak Cacat Foundation for the Rehabilitation of Disabled Children.
Read rest of entry

Membangun Parepare menjadi kota wisata

Membayangkan Parepare dibangun seperti tempat wisata Pantai Ancol di Jakarta dipadu dengan beberapa fasilitas permainan Disneyland tentu sangat menyenangkan dan luar biasa. Apalagi suasana-nya seperti Pantai Copacabana di Brazil. Wah tentu sangat menakjubkan sebagai pusat wisata pantai dan hiburan keluarga di Sulawesi Selatan.
Kota Parepare memang luar biasa, sungguh indah ! Pantas saja mantan Presiden Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie menjuluki tempat kelahirannya itu sebagai Monte Carlo-nya Indonesia. Di malam hari kita bisa memandang keindahan Kota Parepare dipinggir laut yang luas membentang dari kaki bukit di pinggiran kota. Barulah kita menyadari ada sebuah mutiara terpendam disana. Mutiara yang harus di gali dan di asah agar lebih berkilau dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi untuk ditawarkan pada investor.
Salah satu keunggulan Kota Parepare adalah letaknya yang langsung bersinggungan dengan garis pantai. Beberapa infrastruktur kota seolah menjadi bagian penting dari pantai. Ini membuat pergerakan apapun dari laut ke daratan begitu mudah dan efisien. Tidak banyak kota di Indonesia yang berdiri atau dibangun menyatu dengan pantainya seperti Kota Parepare ini. Contohnya adalah Pelabuhan Nusantara Parepare tempat berlabuh kapal penumpang dan barang yang menyatu dengan kota dan menjadi bagian pusat Kota Parepare.
Parepare membutuhkan sebuah terobosan yang baru dan luar biasa untuk maju dan berbeda. Sesuatu yang membuat perekonomian wilayah Parepare dan sekitarnya melaju dengan cepat agar bisa lebih mandiri secara ekonomi untuk meraih kemakmuran di era otonomi daerah ini. Membuat masyarakat Parepare lebih sejahtera dan bisa memperkecil pengangguran. Salah satunya adalah dengan mengadakan sebuah Proyek Akbar membangun Kota Parepare sebagai pusat kota wisata pantai dan hiburan keluarga di Sulawesi Selatan. Bisakah?
Tentu saja bisa ! Tak ada yang tak mungkin. Tentu saja semua itu demi kepentingan dan kemakmuran masyarakat Parepare sendiri. Rakyat Parepare hanya membutuhkan sebuah komitmen dan kebulatan tekad yang kuat untuk memulai proyek ini. Komitmen ini dibutuhkan pemerintah Kota Parepare dan investor untuk bekerja dengan tenang dan aman. Oleh karena itu perlu diadakan sosialisasi terlebih dahulu untuk mengetahui pendapat masyarakat dari berbagai kalangan. Rakyat Parepare harus diberi waktu yang cukup untuk mendapatkan informasi mengenai proyek akbar ini.
Tata Ulang Kota Parepare
Untuk mewujudkan proyek akbar ini, tata ulang Kota Parepare tak dapat dihindari. Jalan-jalan akan dibuat lebih lebar dan panjang yang sekaligus berfungsi sebagai dermaga tempat ratusan speed boat dan jet ski yang disediakan untuk wisatawan bersandar. Pusat perbelanjaan modern, mal, café, hotel, restaurant, arena bermain dan lain-lain akan dibangun sebagai fasilitas pendukung bagi para wisatawan domestic dan manca negara. Juga akan ada ruang terbuka yang luas untuk sebuah taman atau hutan kota . Para wisatawan ini bisa bermain dengan air laut di tepi taman sembari memandang keindahan laut yang membentang luas dan menyaksikan tenggelamnya matahari di ufuk barat.
Jadi, dari sekilas gambaran rencana tata ulang Kota Parepare ini dapat dibaca dengan jelas oleh masyarakat Kota Parepare bahwa ada beberapa bagian kota yang harus di rekonstruksi kembali. Artinya akan ada langkah penggusuran pemukiman warga terutama warga yang berada di garis pantai.
Namun warga masyarakat yang terkena penggusuran tak perlu cemas. Pemerintah kota dan investor harus menjamin ganti rugi yang layak. Prioritas utama yang ditawarkan adalah relokasi dan resettlement warga ke pinggiran kota. Investor dan Pemerintah Kota Parepare harus menampung masukan warga tergusur untuk kepentingan kedua belah pihak. Ini adalah syarat mutlak bagi investor. Warga harus sudah menempati pemukiman baru lengkap dengan fasilitasnya dengan kualitas baik sebelum proyek di mulai.
Diharapkan satu-satunyanya fasilitas public yang tidak digusur adalah Pelabuhan Nusantara Parepare. Tindakan yang tepat dan perlu dilakukan adalah renovasi dan modernisasi Pelabuhan Nusantara menjadi lebih sesuai dengan citra kota wisata pantai. Alasan lain Pelabuhan Nusantara tetap dipertahankan adalah bahwa kota wisata pantai yang dibangun ini adalah merupakan kota wisata yang terbuka bagi siapa saja. Tak boleh ada wisatawan yang harus diistimewakan. Semua punya hak yang sama untuk menikmati fasilitas yang ditawarkan.
Daya Dukung dan Prospek Ekonomi
Pabrik semen di Sulawesi Selatan diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung. Jaminan ketersediaan pasokan semen dapat menjadi nilai tambah bagi investor untuk membangun proyek ini. Prasarana dan sarana jalan juga sudah cukup bagus dan mulus. Tenaga kerja cukup banyak tersedia. Ketersediaan listrik juga akan berlimpah seiring dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Gorontalo bila benart-benar terwujud. Pemerintah Kota Parepare hanya perlu memikirkan berbagai insentif bagi investor, jaminan keamanan dan jaminan berusaha.
Menyangkut pemberian berbagai insentif untuk menarik investor, sangat terkait dengan reformasi birokrasi. Peraturan daerah yang bermasalah dan memberatkan investor harus ditinjau kembali. Mental aparatur pemerintah kota (PNS) juga turut diubah. Tidak boleh ada satu instansi-pun yang melakukan pungli pada investor. Masyarakat juga harus melakukan tindakan yang sama untuk mendukung pemerintahan yang bersih dan kehidupan sosial yang sehat. Pengawasan harus terus menerus dilakukan. Hukum harus ditegakkan dengan tegas dan seadil-adilnya tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada tindakan anarki sekecil apapun untuk menjaga iklim usaha yang tenang dan nyaman.
Bila proyek ini benar-benar terwujud, Kota Parepare memiliki prospek ekonomi yang cerah. Proyek akbar ini adalah proyek investasi yang padat modal dan padat karya. Uang ratusan milyar rupiah akan berputar di Parepare. Tenaga kerja akan banyak terserap.
Oleh karena itu masyarakat Parepare harus memiliki dedikasi yang tinggi dan mau bekerja keras sebagai orientasi baru pandangan hidupnya demi membangun Parepare ke masa depan.
Nah , apakah DPRD dan Pemerintah Kota Parepare tertarik ? Mari kita melakukan roadshow mencari investor ke Dubai, Arab Saudi, Amerika Serikat, Australia dan Jepang, he …he… he..
Siapa tahu, kan ?
Kita tunggu pendapat para pejabat dan tokoh masyarakat Parepare mengenai usulan ini. Semua boleh bicara apa saja. Kirim ke Pare Pos tentu saja !

Tulisan ini pernah dimuat di Koran Harian Pare Pos tanggal 05 Desember 2006
Read rest of entry

Bersantap di Thailand

Selera Anda akan terpuaskan di Thailand!
Di Bangkok misalnya, selain kekhasan citarasa Thai yang asli, hidangan lezat dari berbagai bangsa lengkap tersedia. Dari Skandinavia sampai Lebanon. Dari International Buffet sampai Vegetarian. Jika bingung, tersedia pula brunch di hotel yang lengkap dengan harga wajar.

Berikut beberapa unggulannya:

1) Fine Dining khas Thailand
 Blue Elephant (www.blueelephant.com)
Lokasi: 233 South Sathorn Rd. BTS: Surasak (Budget 1.000 Baht/orang)
Selain menawarkan citarasa kelas satu, resto ini juga menyediakan kelas memasak. Cobalah Foie Gras with Tamarind sauce, Scallops Mangosteen Salad dan Massaman Lamb.

 Baan Khanitha (www.baankhanitha.com)
Lokasi: 36/1 Sukhumvit Soi 23. BTS: Asoke. MRT: Sukhumvit.
Lokasi 2: 49 Soi Ruam Rudi, Pathumwan. Pemenang penghargaan dan bersuasana rumah khas Thai yang cantik. Budget: 500 baht/orang.

 Basil
Lokasi: Sheraton Grande Sukhumvit, 250 Sukhumvit Road (Budget: 1500 Baht/orang). Banyak memenangkan penghargaan.

 Bed Supperclub
Lokasi: 26 Sukhumvit Soi 11. BTS: Nana. Cocok untuk bersama teman.

 Cabbage & Condoms
10 Sukhumvit Rd. Soi 12 Klongtoey (Budget: 400 Baht/orang)
Restoran unik ini mendukung yayasan anti AIDS Thailand dan program KB di pedesaan. Cobalah Roasted Chicken with Honey.

 Supatra River House
288 Soi Wat Rakhang, Arum Amarin Rd.
Salah satu resto tercantik di tepi sungai Chao Phraya, dengan pemandangan Grand Palace. (Budget set menu 1.200 Baht).

 Bussaracum (www.bussaracum.com)
139 Sethiwan Tower Pan Rd. Silom, Bangrak, tak jauh dari Kedubes Myanmar.
Menawarkan Buffet dengan harga sangat menarik (200 baht), dengan suasana yang mewah. Budget 500 Baht/orang.


Dengan Pertunjukan:

 Baan Thai
7 Soi 32 Sukhumvit Rd. Prakanong. Set menu termasuk acara tarian 550 Baht.

 Piman Thai Theater Restaurant
Sukhumvit Rd 49 Soi 46, Wattana.
Dengan desain Thai tradisional, Anda dapat menikmati set menu sembari menyaksikan pagelaran tari. (Set menu 500 Baht)

 Royal Dragon
35/222 Nua Bangna, Phra Khanong. Restoran terbesar di dunia (Guiness book of records), menyediakan pertunjukan khas Thailand setiap jam 19.00. Cocok untuk rombongan.

 Sala Rim Nam
Oriental Hotel, 48 Oriental Avenue.
Resto romantis di tepi sungai Chao Phraya, untuk santap siang dan malam. Pertunjukan tari Thai hanya saat santap malam. Feri hotel akan mengantar pengunjung menyeberangi sungai ke paviliun yang santik.

 Silom Village (www.silomvillage.co.th)
286 Silom Road, Bangrak.
Berkonsep “taman terbuka”, merupakan resto favorit di Bangkok. Budget 700 baht/orang.


2) Dinner Cruise
Abadikan kenangan manis Anda di Bangkok dengan bersantap malam bersama kekasih di atas kapal bermandikan cahaya malam sungai Chao Phraya. Beberapa pilihan yang ada:
 Chao Phraya Princess (kapal bergaya yacht)
Berangkat dari River City Pier pk. 19.00, lengkap dengan iringan live music. (Budget: $20/orang)
 Loy Nava (kapal antik khas Thailand)
Naik dari Si Phraya Express Boat (antara Royal Orchid Sheraton dan Kedubes Portugis). Tersedia sarapan, makan siang dan makan malam, juga bisa dicarter. Hidangan kelas satu, menyediakan pula menu halal. Web: www.loynava.com
 Shangri-La Horizon Cruise, Shangri-La Hotel.
Dinner cruise pk. 19.30, dan berlayar ke Ayutthaya pk. 08.00-17.00.

Restoran terbaik lain:
- Pemandangan terbaik: Sirocco (lt. 63 State Tower, 1055 Silom Rd).
- Kue terbaik: Cafe Lenotre (Natural Ville Exec. Residences, Soi Lang Suan. BTS: Chit Lom)
- Chinese food: Hai Tien Lo (Hotel Pan Pacific Bangkok, 952 Rama IV Rd). Cobalah Stir Fried Soft Shell Crab with XO sauce (250 baht/pc). Budget: 1500 baht/orang.

3) Sunday Brunch terlengkap di Bangkok:
 Madison, Four Seasons Hotel
155 Rajdamri Rd.
 ETC, Royal Orchid Sheraton
 Coco’s Cafe, Novotel Lotus Hotel
Sukhumvit Soi 33. BTS: Phrom Phong.
Tersedia sulap dan menggambar untuk anak-anak.
 The Living Room, Sheraton Grande Hotel, 250 Sukhumvit Rd. BTS: Asoke.
Buffet pemenang penghargaan dengan iringan jazz live.

4) Afternoon Tea/High Tea
 Author’s Lounge, Oriental Hotel, 48 Oriental Avenue. BTS: Saphan Taksin, lalu naik kapal hotel. Sebuah tempat bersejarah penuh tradisi, di mana para penulis dunia pernah menikmatinya, seperti Somerset Maugham.
 Riverside Lounge, Shangri-La Hotel, 89 Soi Wat Suan Plu. BTS: Saphan Taksin. Diiringi musik dari bangkok Symphony Light Orchestra, kenakanlah haute couture Anda dan nikmati Tea Dancing bersama kekasih hati.

5) Seafood Supermarket
Di sini kita bisa memilih sendiri jenis makanan seperti di supermarket, untuk kemudian akan dimasak oleh koki sesuai selera Anda. Pilihannya sangat beragam, mulai dari aneka ikan, salmon biru, sampai kepiting Alaska.
Read rest of entry

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR

Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Perkenalan dan Pengisian Format Penilaian Awal (diisi sesuai materi yang dibahas)
Pertemuan ke- : I
Tanggal : 17 Juli 2007

Kegiatan*)
Hal pertama yang dilakukan oleh Tutor dalam rangka pelaksanaan Program Pemberantasan Buta Aksara adalah perkenalan dengan warga belajar. Perkenalan ini berfungsi untuk memberikan arahan dan motivasi kepada warga belajar, serta memberikan penjelasan mengenai fungsi Program Pemberantasan Buta Aksara dan mahasiswa KKN periode 52 tahun 2007.
Kemudian, Tutor dan warga belajar yang hadir berdiskusi mengenai hal – hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Pada pertemuan ini, Tutor membagikan alat – alat tulis yang nantinya akan selalu digunakan oleh warga belajar.
Setelah menerima kantong yang berisi alat tulis, para warga belajar langsung membuka kantong tersebut dengan penuh semangat. Melihat rasa antusias warga belajar, tutor kemudian memberikan pengenalan huruf-huruf abjad dan membagikan format penilaian awal kepada para warga belajar.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.




Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Pengenalan Huruf Vokal dan
Menulis (diisi sesuai materi yang dibahas)
Pertemuan ke : II
Tanggal : 24 Juli 2007

Kegiatan*)
Pada pertemuan kedua, Tutor memberikan penjelasan mengenai cara membaca huruf abjad, dan mengenalkan huruf vokal. Warga belajar mengulangi pelafalan huruf yang diucapkan oleh tutor secara bersama-sama. Lalu warga belajar diberikan latihan menulis kembali huruf-huruf tersebut.
Selanjutnya warga belajar diminta bergantian untuk membaca huruf vokal. Dari kegiatan ini diketahui bahwa sebagian besar warga belajar masih belum hafal nama-nama dan bentuk huruf tersebut. Kemudian tutor secara perlahan-lahan dan bergantian menulis dan menyebutkan huruf vokal di papan tulis. Tutor juga memberikan perhatian khusus kepada warga belajar yang benar-benar tidak tahu atau belum mengerti tentang menulis dan melafalkan huruf vokal.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.






Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Pengenalan Huruf Konsonan dan
Menulis serta Kombinasi Huruf
Vokal dan Konsonan (diisi sesuai materi yang dibahas)
Pertemuan ke : III
Tanggal : 27 Juli 2007

Kegiatan*)
Di wal pertemuan, tutor mengajak warga belajar untuk mengingat kembali huruf vokal yang telah dipelajari. Tutor memberikan pengenalan dan cara pelafalan huruf konsonan kepada WB. Agar WB tidak bingung, tutor memberikan penjelasan, dan menyebutkan perbedaan huruf vokal dan konsonan. Selanjutnya tutor menyuruh WB secara bergantian untuk menyebutkan huruf-huruf tersebut. Setelah huruf konsonan diajarkan, tutor kembali mengajak para WB untuk melafalkan huruf-huruf abjad secara keseluruhan.
Di papan tulis, tutor menuliskan kombinasi huruf vokal dan konsonan dalam suku kata. Secara acak tutor meminta warga belajar untuk membaca suku kata yang ditunjuk oleh tutor. Hanya ada sebagian WB yang lancar dalam membaca suku kata ini. Pada akhir pertemuan tutor memberikan PR kepada WB untuk menyalin kombinasi huruf konsonan dan vokal dengan menggunakan huruf besar dan kecil.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.


Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Kombinasi Konsonan dan Vokal (diisi sesuai materi yang
dibahas)
Pertemuan ke : IV
Tanggal : 29 Juli 2007

Kegiatan*)
Di awal pertemuan belajar, tutor memeriksa pekerjaan rumah warga belajar yang telah hadir. Ternyata hampir seluruh WB bisa menulis kombinasi huruf vokal dan konsonan. Tutor kemudian mengulang kembali pelafalan huruf abjad secara keseluruhan, serta pengelompokkan huruf vokal dan konsonan.
Pada pertemuan ini, tutor menjelaskan lagi tentang kombinasi huruf vokal dan konsonan untuk memperkuat ingatan warga belajar secara keseluruhan di papan tulis. Warga belajar diminta maju satu per satu ke papan tulis untuk menulis dan melafalkan huruf yang disebutkan oleh tutor. Sebagian besar warga belajar masih lamban menulis di papan tulis karena masih sering lupa nama dan bentuk huruf, baik vokal dan konsonan. Sebelum kegiatan belajar usai, Tutor bersama warga belajar membaca kembali huruf secara keseluruhan selama beberapa kali. Dan warga belajar diberikan PR.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.




Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Kombinasi Konsonan dan Vokal
(Lanjutan) (diisi sesuai materi yang dibahas)
Pertemuan ke : V
Tanggal : 31 Juli 2007

Kegiatan*)
Pada pertemuan ini, tutor masih memberikan materi mengenai kombinasi huruf vokal dan konsonan. Awalnya, tutor mengajak WB untuk membaca huruf-huruf abjad.
Kemudian satu per satu WB diminta maju ke papan tulis untuk menuliskan suku kata yang disebutkan oleh tutor. Dari kegiatan ini didapat hasil bahwa masih banyak warga yang belum dapat menulis dan membaca suku kata. Hal ini diketahui dari masih terdapat kesalahan dalam menulis huruf.
Pada pertemuan ini, tutor masih mengajarkan materi mengenal membaca dan menulis kata. Kata yang dibahas dalam pertemuan ini adalah kata yang mengandung huruf vokal ganda, seperti kerbau, bantuan, dan lain-lain.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.






Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Kombinasi Konsonan dan Vokal
(Lanjutan) (diisi sesuai materi yang dibahas)
Pertemuan ke : VI
Tanggal : 3 Agustus 2007

Kegiatan*)
Pada pertemuan ini, materi yang dibahas masih mengenai kombinasi huruf vokal dan konsonan. Tutor mengenalkan huruf vokal ganda dan huruf vokal ganda kombinasi dengan konsonan kepada WB. Lalu tutor menulis huruf vokal ganda AI, AU, UI, IA, IO, OA, dan lain-lain di papan tulis. WB secara bersama-sama menirukan cara melafalkan huruf yang disebutkan oleh tutor di papan tulis.
Setelah itu, tutor kembali menulis huruf vokal ganda kombinasi dengan konsonan, seperti BUA, DEA, CAU, dan sebagainya. Tutor meminta WB secara bergantian untuk membacakan huruf vokal ganda kombinasi dengan konsonan, lalu diminta ke depan untuk menulis dan membacakan apa yang diminta tutor.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.








Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Pengenalan Diftong Kombiansi dengan
Huruf Konsonan, dan Huruf Kondonan
Ganda yang Dikombinasika dengan Huruf
Vokal (diisi sesuai materi yang dibahas)
Pertemuan ke : VII
Tanggal : 5 Agustus 2007

Kegiatan*)
Pertemuan kali ini diawali dengan mengingat kembail huruf abjad. Tutor mnuliskan huruf-huruf diftong dan mengajarkan cara memabacanya, warga belajar mengikuti pelafalan tutor. Kemudian, satu per satu warga belajar diminta untuk membaca kata yang mengandung diftong dan huruf konsonan ganda yang ditulis oleh tutor di papan tulis.
Agar warga belajar semakin lancar membaca dan memahami kombinasi diftong konsonan, serta kombinasi huruf konsonan ganda dengan vokal, maka warga belajar diminta untuk mempelajarinya dirumah mengerjakan pekerjaan rumah yang terkait dengan materi kombinasi diftong dengan konsonan, serta kombinasi huruf konsonan ganda dengan vokal.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.



Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Membaca dan Menulis Kata (diisi sesuai materi yang
dibahas)
Pertemuan ke : VIII
Tanggal : 7 Agustus 2007

Kegiatan*)
Pertemuan ini diawali dengan tutor kembali mengajak kembali warga belajar tentang huruf abjad secara keseluruhan. Pada pertemuan ini, tutor meminta warga belajar maju ke papan tulis untuk menuliskan kata yang diminta oleh tutor. Hal ini sebenarnya merupakan langkah yang diambil oleh tutor untuk megetahui bagaimana kemampuan warga belajar utnuk menuliskan kata tanpa bantuan orang lain. Kata yang ditulis oleh masing-masing warga belajar berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Warga kembali diajak untuk mengingat abjad dan membaca kata yang terdapat dalam buku panduan secara individu. Dari pertemuan ini dikatahui bahwa masih ada warga belajar yang belum dapat menuliskan kata dan membaca secara individu. Warga ini kemudian dibantu secara khusus oleh tutor.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.





Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Mengenal Angka, Membaca, dan
Menulis Bilangan (diisi sesuai materi yang dibahas)
Pertemuan ke : IX
Tanggal : 12 Agustus 2007

Kegiatan*)
Tutor meminta warga belajar untuk menuliskan angka 1 sampai dengan 10 pada kertas yang dibagikan. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah warga belajar sudah mengenal angka atau belum. Tutor kemudian meminta satu per satu warga belajar untuk menunjukkan angka yang disebutkan oleh tutor pada media yang telah dipersiapkan. Angka yang dimaksudkan dalam pertemuan ini adalah dari 1 sampai dengan 100.
Materi selanjutnya yang dibahas dalam pertemuan ini adalah membaca dan menulis bilangan. Tutor memilih bilangan yang agak besar agar warga belajar dapat menunjukkan nilai tempat dari masing-masing angka. Dalam kegiatan ini warga belajar masih kesulitan dalam menunjukkan nilai tempat dari bilangan yang ditulisnya.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.





Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Membaca dan Menulis Kata, serta
Penjumlahan dan Pengurangan (diisi sesuai materi yang dibahas)
Pertemuan ke : X
Tanggal : 19 Agustus 2007

Kegiatan*)
Pada Pertemuan kesepuluh ini, tutor tidak hanya mengajarkan materi bahasa Indonesia kepada warga belajar, tetapi juga mengajarkan materi berhitung. Untuk materi bahasa Indonesia, Tutor mengulang kembali cara membaca abjad di papan tulis.
Setelahnya, tutor meminta setiap warga belajar untuk menulis suatu gabungan kata atau kalimat singkat. Kalimat singkat yang ditulis oleh warga belajar berbeda setiap orangnya. Salah satu contoh kalimat yang ditulis adalah SEMUA PERGI PESTA
Sedangkan untuk materi berhitung, tutor mngajarkan penjumlahan dan pengurangan dengan cara ke bawah. Setelah tutor menjelaskan di papan tulis, warga belajar diminta kembali untuk mengerjakan soal yang diberikan tutor di papan tulis. Secara umum, untuk materi berhitung, sebagian besar warga belajar sudah mengetahuinya.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.


Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Pemenggalan Kata atas Suku Kata dan
Membaca Waktu/Jam (diisi sesuai materi yang dibahas)
Pertemuan ke : XI
Tanggal : 21 Agustus 2007

Kegiatan*)
Pada awal pertemuan tutor mengajak warga belajar untuk mengingat kembali huruf abjad secara keseluruhan. Tutor menuliskan suatu kata di papan tulis dan menjelaskan mengenai pemenggalan suku kata. Selanjutnya, setelah beberapa kata dijelaskan, tutor meminta warga belajar untuk memenggal kata yang disebutkan oleh tutor.
Membaca waktu/jam merupakan materi yang mudah bagi warga belajar, karena hampir seluruh warga belajar mengetahui cara membaca waktu/jam tersebut. Hal ini diketahui ketik atutor meminta satu per satu warga belajar untuk membaca waktu yang digambarkan tutor di papan tulis.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.








Lampiran-Lampiran Evaluasi Pembelajaran

Lampiran 7

FORMAT BUKU CATATAN HARIAN TUTOR
(Bisa dibuat dalam buku tulis biasa)

Materi : Menuliskan lambang Bilangan dan
Operasi Perhitungan (Tambah, Kurang,
Bagi, dan Kali) (diisi sesuai materi yang dibahas)
Pertemuan ke : XII
Tanggal : 26 Agustus 2007

Kegiatan*)
Pada pertemuan keduabelas ini, para warga belajar diminta untuk menuliskan lambang bilangan yang disebutkan oleh tutor, menulis bilangan ke dalam kata, dan menunjukkan nilai tempat dari masing-masing bilangan tersebut. Sebagian warga belajar masih mengalami kesulitan dalam kegiatan ini, tetapi ada beberapa warga yang sudah menguasai materi ini.
Selanjutnya, tutor mengingatkan warga belajar mengenai lambang-lambang operasi dalam berhitung, baik tanda +, -, x, dan :. Pada kegiatan ini, tutor memfokuskan pada perhitungan pengurangan yang dilakukan dengan sistem pinjam, perkalian dengan hasil ratusan dan ribuan, serta pembagian. Tutor menuntut warga belajar untuk mengetahui jalan atau cara perhitungan bukan hasil akhirnya.

*) Catatan :
1) Mencatat seluruh proses pembelajaran di kelompok belajar selama satu kali pertemuan
2) Mencatat kemajuan tiap WB dalam hal Diskusi – CALISTUNG – Aksi
3) Dukungan/bantuan yang diberikan tutor dalam membantu WB belajar di kelas
4) Kemukakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan proses pembelajaran dan upaya pemecahannya.
Read rest of entry

Berita Acara Serah Terima Barang

Nomor : 26/ LG/ II/ 2007

Pada hari ini, Senin tanggal 7 bulan Mei Tahun 2007, kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Syardan selanjutnya disebut Pihak Kesatu (I).
2. Erte Sunardi selanjutnya disebut Pihak Kedua (II).
Menyaakan bahwa Pihak Kesatu (I) telah menyerahkan kepada Pihak Kedua (II) berdasarkan Surat Pengunduran Diri dari jabatan Kepala Desa Lubuk Gedang Kecamatan Lubuk Piang Kabupaten Mukouko tanggal 16 April 2007 dan sekaligus penyerahan barang Inventaris Desa, yang bergerak/ tidak bergerak sebagai berikut:

NO NAMA BARANG BANYAKNYA KETERANGAN
1
2

3.
4.
5. 6. Kantor Desa
Kendaraan Roda Dua (motor)
Stempel
Meja Meja kantor kursi Kursi kantor Mes Mesin ketik


k



1 unit
1 unit

1 buah
2 buah
35 buah
2 buah Telah diterima cukup baik

Demikianlah berita acara penyerahan barang ini dibuat dengan sebenarnya , untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Pihak kesatu(1) Lubuk gedang,7 mei 2007
Pihak kedua (2)



Syardan Erte sunardi

Mengetahui=
Ketua BPD lb.gedang
Read rest of entry

Minggu, 24 Mei 2009

BERHASILKAH GARAM BERYODIUM SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENURUNAN GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY) DI INDONESIA?

BERHASILKAH GARAM BERYODIUM SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENURUNAN GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY) 
DI INDONESIA?


Atmarita
(Pengamat Garam beryodium)


I. PENDAHULUAN

 Garam beryodium sudah ada sebelum Indonesia merdeka dengan peraturan yang dikeluarkan pada zaman kolonial Belanda tahun 1927, akan tetapi peraturan tersebut tidak diberlakukan pada tahun 1945 dengan diberhentikannya monopoli garam. Upaya untuk mengurangi masalah GAKY dimulai lagi pada tahun 1976 bantuan UNICEF dengan berbagai keterbatasan: 1) prevalensi GAKY tidak tersedia, 2) tanggung jawab pemerintah belum jelas karena tidak ada regulasi yang mengikat; 3) tidak ada koordinasi sektor terkait. 

Tahun 1980/82, pertama kali dilakukan survei nasional yang menunjukkan prevalensi GAKY (dari Total Goiter Rate/TGR) adalah 30%. Intervensi dengan supplementasi Iodium dan garam beriodium dilakukan secara nasional. Evaluasi dilakukan kembali tahun 1995/1996 dan 1997/1998 dengan melakukan survei nasional untuk menilai perubahan TGR. Dilakukan analisis TGR pada lokasi yang sama dari survei 1980/82 dan 1995/1998 dan menunjukkan penurunan TGR dari 30% menjadi 14% . 

 Semenjak tahun 1995, pemerintah Indonesia meneruskan intervensi GAKY secara nasional dengan bantuan UNICEF dan Bank Dunia. UNICEF yang didukung oleh CIDA melakujan pemantauan garam beryodium bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Sedangkan Bank Dunia mendukung program GAKY nasional semenjak tahun 1998 sampai dengan 2003, bertujuan untuk menurunkan prevalensi GAKY melalui pemantauan status GAKY pada penduduk, meningkatkan persediaan garam beriodium untuk dikonsumsi penduduk, dan juga meningkatkan kerja sama lintas sektor. 

 Pemantauan garam beryodium yang dilakukan UNICEF dan BPS 1995-1997 di seluruh Indonesia melakukan pemeriksaan garam beryodium tingkat konsumsi rumah tangga dengan jumlah sampel mewakili untuk gambaran kabupaten, yaitu 206.240 rumah tangga. Pemantauan garam beryodium ini dilanjutkan dengan bantuan Bank Dunia semenjak 1998 sampai sekarang. Pengujian garam beryodium dan pengumpulan data juga dilakukan oleh BPS (integrasi Susenas) dengan jumlah sampel rumah tangga yang sama dengan periode 1995-1997.

 Berikut ini merupakan analisis konsumsi garam beryodium dari tahun 1995 sampai dengan 2001. Untuk tahun 1995-1997, kajian dilakukan berdasarkan laporan yang sudah ada. Sedangkan tahun 1998-2001, kajian dilakukan dari data hasil survei garam pada tahun bersangkutan.


II. KONSUMSI GARAM BERYODIUM MENURUT PROVINSI

Penilaian konsumsi garam tingkat rumah tangga dilakukan dengan membedakan kandungan yodium dalam garam. Hasil penilaian memperlihatkan persentasi rumahtanga yang mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup (>30 ppm), kurang (<30 ppm), dan tidak ada. Penulisan ini memfokuskan hanya pada rumah tangga yang mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup. 

GAMBAR 1
Persentasi rumah tangga yang mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup
Menurut Provinsi: 1995-1997
 

GAMBAR 2
Persentasi rumah tangga yang mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup
Menurut Provinsi: 1998-2000
 
Gambar 1 dan 2 di atas menunjukkan persentasi rumah tangga yang mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup periode 1995-1997 dan 1998-2000 . Secara nasional, pada periode tahun 1995-1997 menunjukkan adanya peningkatan persentasi rumah tangga dengan konsumsi garam beryodium cukup, yaitu: 49.8% (1995), 58.1% (1996), dan 62.1% (1997). Gambar 1 memperlihatkan perubahan antar provinsi. Ada 6 provinsi yang persentasinya menurun, dan provinsi Bengkulu menunjukkan penurunan 11%, diikuti Papua, Sumbar, Jakarta. Tiga provinsi penunjukkan peningkatan lebih dari 20% dari tahun 1995 ke tahun 1997, yaitu Jabar, Kalsel, dan Jatim. Sedangkan Jogja dan Sultra menunjukkan peningkatan antara 15-18%. Ada 13 provinsi yang persentasi rumah tangga mengkonsumsi garam beryodium kurang dari 70%. Lima provinsi diantaraya (Maluku, Bali, NTB, NTT dan Sulsel) menunjukkan persentasi rumah tangga mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup kurang dari 40%. 

Gambar 2 berikut menunjukkan kecenderungan persentasi rumah tangga mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup tahun 1998 dan 2000. Secara nasional, ada perbaikan dibanding periode 1995-1997. Ada 12 dari 27 provinsi dimana persentasi rumah tangga mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup <70%. Seluruh provinsi di Jawa menunjukkan persentasi <70%, dimana Jogjakarta yang pada tahun 1997 sudah hampir mencapai 90%, pada tahun 2000 menurun menjadi <70%. NTT dan NTB masih tidak mengalami perubahan yang berarti dari tahun 1997 ke tahun 2000.
 
Untuk melihat perubahan yang terjadi dari tahun 1995 ke tahun 2000, gambar 3 menunjukkan peta Indonesia untuk persentasi rumah tangga yang mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup. Dibuat empat kategori: 1) Hijau (>90%); 2) Kuning (70-90%); 3) Merah (40-70%); dan 4) Hitam (<40%). Dari sini terlihat ada sedikit peningkatan penggunaan garam beryodium tingkat rumah tangga pada lima tahun terakhir. Akan tetapi ada beberapa provinsi menjadi memburuk dan juga tidak mengalami perubahan. Dapat dilihat, pada tahun 2000: 
1) 4 provinsi masuk pada kategori aman (>90%) 
2) Seluruh provinsi di Jawa dan Bali masih pada kategori merah (40-70%)
3) NTB dan NTT masih pada kategori hitam (<40%)
4) Aceh, Jakarta, dan Jawa Tengah tidak mengalami peningkatan (40-70%)
5) Kaltim mengalami penurunan dari kategori aman (>90%) menjadi 70-90%, dan Jogja dari kategori kuning (70-90%) menjadi merah (40-70%).

Persentasi rumah tangga mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup berdasarkan pengumpulan data BPS tahun 2000 ini dibenarkan menurut pengumpulan data yang dilakukan HKI pada tahun yang sama. Terutama pada provinsi Jabar, Jatim, Sulsel, Lampung, Lombok (NTB), dan Sumbar. Kecuali provinsi Jateng hasil HKI menunjukkan persentasi yang lebih tinggi dibandingkan data BPS (89.6% versus 52.6%). 

 
GAMBAR 3
PEMETAAN PERSENTASI RUMAH TANGGA MENGKONSUMSI GARAM DENGAN KANDUNGAN YODIUM CUKUP
TAHUN 1995 DAN 2000





 
III. KONSUMSI GARAM BERYODIUM MENURUT KABUPATEN

Analisis dilakukan pada data garam 1998 sampai dengan 2001. Jumlah kabupaten yang dianalisis adalah 297 dan bervariasi setiap tahun: 293 (1998), 294 (1999), 293 (2000), 282 (2001). Pada kajian ini menggunakan kabupaten yang sama dari tahun 1998 sampai dengan 2001. Jumlah kabupaten yang dianalisis pada tahun 2001 berbeda cukup banyak dengan tahun sebelumnya, karena provinsi Aceh dan beberapa kabupaten di Maluku tidak dilakukan pengumpulan data garam. 

  Analisis awal seperti yang tertera pada tabel 1 menunjukkkan ada kabupaten dimana persentasi rumah tangga yang mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup hanya 1,6% (1998), kemudian persentasi terendah ini meningkat menjadi 8,5% (2001). Rata-rata persentasi konsumsi garam beryodium tingkat rumah tangga tahun 1998 – 2001 berkisar pada 64-68%. Kabupaten terendah tahun 1998: Pidie (Aceh), 1999: Jeneponto (Sulsel), dan 2000-2001: Dompu (NTB). Jika dilihat distribusi menurut kabupaten, gambar 4 contoh dari Sulawesi Selatan, yang menunjukkan peningkatan konsumsi garam beryodium pada beberapa kabupaten, akan tetapi sebagian besar kabupaten dengan persentasi <40%. Terutama Jeneponto yang merupakan produsen garam, persentasi rumah tangga mengkonsumsi garam beryodium tetap rendah (<10%).

Tabel 1. Persen rata-rata, minimum dan maksimum konsumsi garam beryodium tingkat rumah tangga tahun 1998-2001

Tahun Jumlah Kabupaten Persen minimum Persen maksimum Rata-rata Standar Deviasi
1998 293 1,6 100,0 65,49 29,02
1999 294 4,1 99,3 64,09 26,62
2000 293 4,8 100,0 65,86 24,50
2001 282 8,5 100,0 67,96 23,04

GAMBAR 4
Persentasi rumah tangga yang mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup
Menurut Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan: 1998-2001
 
  Analisis selanjutnya adalah mengamati perubahan persentasi rumah tangga yang mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup 1998-2001 dengan mengelompokkan menjadi 4 kategori: 1) <40%,>90%. Dari data tahun 1998 dibandingkan dengan tahun berikutnya (1999-2001) jumlah kabupaten yang tetap, meningkat, atau memburuk, dengan hasil sebagai berikut:

Tahun 1998 dibanding tahun 1999

  Tahun 1999 Total
 Kategori <40%>90%  
 <40% 60 14 74
Tahun 1998 40-70% 8 40 8 56
 70-90% 17 59 8 84
 >90% 2 27 50 79
Total 68 73 94 58 293
 Tetap 71.33%  
 Memburuk 18.43%  
 Meningkat 10.24%  

Tahun 1998 dibanding tahun 2000

  Tahun 2000 Total
 Kategori <40%>90%  
 <40% 46 25 71
Tahun 1998 40-70% 6 42 8 56
 70-90% 20 52 12 84
 >90% 2 37 39 78
Total 52 89 97 51 289
 Tetap 61.94%  
 Memburuk 22.49%  
 Meningkat 15.57%  

Tahun 1998 dibanding tahun 2001

  Tahun 2001 Total
 Kategori <40%>90%  
 <40% 39 21 6 66
Tahun 1998 40-70% 1 43 9 1 54
 70-90% 23 42 16 81
 >90% 1 42 34 77
Total 40 88 99 51 278
 Tetap 56.83%  
 Memburuk 24.10%  
 Meningkat 19.06%  

Dari kajian ini terlihat, perubahan persentasi rumah tangga mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2001 belum optimal, dengan kondisi sebagai berikut:
1. 56,83% kabupaten bertahan pada kategori yang sama
2. 24,1% kabupaten memburuk atau pindah ke kategori yang lebih rendah
3. 19,06% kabupaten meningkat atau pindah ke kategori yang lebih tinggi

Dari table di atas dapat dilihat juga, jumlah kabupaten yang sudah mencapai kategori konsumsi >90% menurun dari 50 (1998) menjadi 34 (2001). 

IV. BAHASAN

Indonesia masih menghadapi masalah GAKY, walaupun upaya penanggulangannya sudah dilakukan semenjak sebelum kemerdekaan. Beberapa wilayah kabupaten, dan kecamatan masih dikategorikan daerah endemik GAKY. Dari pemetaan nasional masalah GAKY tahun 1997/1998 dan hasil pemantauan garam beryodium tingkat rumah tangga tahun 1998, diketahui bahwa pada wilayah dengan rata-rata TGR tinggi, pada umumnya konsumsi garam beryodium juga rendah, seperti yang terlihat pada table berikut:

Tabel 2. Konsumsi garam beryodium tingkat rumah tangga dan rata-rata TGR
Menurut jumlah kabupaten tahun 1998

Kategori konsumsi garam beryodium cukup tingkat rumah tangga Jumlah kabupaten Rata-rata TGR (%)
<40% 74 16.98
40-70% 56 8.35
70-90% 84 7.86
>90% 78 6.99

Intervensi kapsul beryodium ditargetkan pada daerah endemik sedang dan berat dan sasaran hanya terbatas pada wanita usia subur dan anak usia sekolah. Dengan demikian intervensi melalui konsumsi garam beryodium seyogyanya harus ditargetkan juga pada penduduk di seluruh klasifikasi GAKY (non endemik, endemik ringan, sedang, dan berat).

Berdasarkan pengamatan, industri garam pada umumnya berada di Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, dan Madura. Petani garam banyak tersebar di seluruh Indonesia, dan memproduksi garam bertumpu pada sinar matahari dengan teknologi produksi yang masih sederhana dan garam yang dihasilkan pada umumnya berkadar air tinggi. Petani garam biasanya menjual garam yang mereka produksi ke pedagang (perantara) yang akan menjual garam tersebut ke produsen garam yang akan memproduksi garam beryodium. Produksi garam beryodium yang ada di Pulau Jawa juga mempunyai keterbatasan untuk memproduksi garam yang dapat didistribusi ke provinsi lain. Diperkirakan PT Garam hanya memproduksi 20% dari garam yang ada di Indonesia, dan selebihnya diproduksi oleh kurang lebih 300 perusahaan tingkat menengah dan dari 25000 petani garam. Banyak pula perusahaan garam dengan skala besar yang juga membeli garam dari luar negeri jika mutu garam rakyat kurang baik. Masalah yang dirasakan untuk proses yodisasi garam pada umumnya terjadi di tingkat produsen garam skala kecil yang mempunyai keterbatasan modal dan teknologi. 

Pemantauan produksi garam beryodium dilakukan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan bekerjasama dengan Departemen Kesehatan dan Badan POM. Informasi berkaitan dengan produksi, distribusi dan konsumsi garam beryodium dari ketiga sektor tersebut berjalan cukup baik. Banyak dijumpai kasus produsen garam yang memproduksi garam dengan kandungan yodium tidak memenuhi syarat. Walaupun sudah ada SNI dan regulasi pemerintah tentang garam beryodium, akan tetapi banyak terjadi pelanggaran dari regulasi yang ada. 

Akhir-akhir ini mulai dilakukan penegakan norma sosial (social enforcement) berkaitan dengan peningkatan konsumsi garam beryodium. Penegakan norma sosial tentang garam beryodium ini disebarluaskan ke seluruh pelaku yaitu: Produsen Garam, Masyarakat Umum sebagai konsumen, Elemen Penggerak (kelompok masyarakat), dan regulator (lembaga pemerintah). 

V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Upaya penanggulangan GAKY, khususnya peningkatan konsumsi garam beryodium dirasakan sudah cukup. Persentasi rumah tangga yang mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium cukup bertahan pada 60-65%. Jika 35% dari rumah tangga yang belum mengkonsumsi garam beryodium adalah penduduk yang tidak mampu membeli garam beryodium, maka kemungkinan persentasi ini akan sulit meningkat. Dampaknya 

Masih belum tercapainya “universal” konsumsi garam beryodium memerlukan dukungan yang cukup kuat dari semua orang yang terlibat. Walaupun masyarakat sudah mengetahui pentingnya garam beryodium, bukan berarti konsumsi garam beryodium secara universal dapat dicapai. Karena hal ini menyangkut pada tersedia atau tidaknya garam di tingkat masyarakat, mampu atau tidaknya masyarakat membeli garam beryodium. Selain itu, walaupun garam beryodium tersedia di tingkat masyarakat, masih perlu diketahui apakah garam tersebut memenuhi persyaratan untuk dikonsumsi atau tidak.

Diperlukan strategi komprehensif untuk meningkatkan penyediaan garam beryodium untuk dikonsumsi masyarakat yang tersebar di ribuan pulau di Indonesia, yaitu:
1. Penegakan norma sosial peningkatan konsumsi garam untuk komponen terkait tersebut di atas (konsumen, elemen penggerak, produsen, dan pemerintah/regulator) terus dilakukan secara intemsif.
2. Peningkatan teknologi atau penerapan teknologi skala kecil untuk 25000 petani garam agar dapat memproduksi garam beryodium. Upaya ini diharapkan dapat mempersempit perbedaan harga garam, selain mengangkat masyarakat petani garam.
3. Berhubungan dengan butir 2, diperlukan pengembangan alat yodisasi garam skala kecil, selain untuk petani garam, alat tersebut dapat digunakan pada unit terkecil (kecamatan) yang menerima garam dari luar wilayah, untuk melakukan yodisasi garam.


BAHAN RUJUAN

1. BPS 1998. Konsumsi garam beryodium di rumah tangga 1995-1997
2. BPS 1998. Konsumsi garam beryodium di rumah tangga 1998.
3. BPS 1999. Konsumsi garam beryodium di rumah tangga 1999.
4. BPS 2000. Konsumsi garam beryodium di rumah tangga 2000.
5. BPS 2001. Konsumsi garam beryodium di rumah tangga 2001.
6. World Bank 2001. An analysis of combating Iodine Deficiency: Case Studies of China, Indonesia, and Madagascar.
Read rest of entry
 

My Blog List

Link

Education and Training Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Academics Business Directory - BTS Local

cari artikel, makalah, skripsi disini Copyright © 2009 FreshBrown is Designed by Simran