Selasa, 16 Juni 2009

SITUS SOCIAL NETWORK (JEJARING SOSIAL) ALTERNATIF MEDIA PEMASARAN BERBASIS INFORMATION SYSTEMS (IS) DAN INFORMATION TECHNOLOGY(IT)

(Mini Paper Sistem Informasi Manajemen)


Oleh
Doni Murwanto
0611011059
Manajemen













FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS LAMPUNG
2009

I. LATAR BELAKANG


Pekembangan Information Technology (IT) yang semakin maju sangat menarik untuk diikuti. Terutama peranan dunia IT dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi dan meningkatkan kesejahteraanya, IT sangat berperan untuk mendukung, mempermudah, dan mempercepat proses transformasi informasi yang merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan manusia untuk memenuhi dan meningkatkan kesejahteraanya. IT sangat berperan dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi dan meningkatkan kesejahteraanya seperti dalam kegiatan bisnis, akademi, dan kegiatan penggunaan teknologi lainnya.

Dalam kegiatan bisnis seperti dalam kegiatan pemasaran untuk memasarkan suatu produk atau jasa memerlukan media atau sarana untuk mengiklankan produk atau jasa yang kita hasilkan. Pemasangan iklan bisa melalui MainStream Media (MSM) seperti koran, majalah, radio, televisi, dan media luar ruang maupun media online (internet).

1)Dalam MainStream Media (MSM) tidak asing lagi dengan istilah-istilah seperti audience share, gross rating point (GRP), cost per rating point (CPRP), rate card, rating, built-in sponsorship, blocking time, saturation level, readership, milimeter kolom (mmk), dan sebagainya. Semuanya itu pada dasarnya adalah istilah-istilah yang muncul ketika terjadi proses untuk menentukan tarif iklan.
Sementara dalam media online terdapat istilah-istilah seperti cost per click (CPC), cost per M-impression (CPM) atau cost per action (CPA).

Perbedaan mendasarnya, kalau di MSM penentuan tarif iklannya relatif tetap, di media online tarifnya tidak tetap dari waktu ke waktu alias fleksibel. Selain itu, tarifnya bisa kita tentukan sendiri sesuai keinginan kita dan sumber daya yang kita miliki. 1)

Dalam media online seperti dalam Situs Social Network (Jejaring Sosial) sangat diminati dan mengalami perkembangan yang sangat pesat hal ini dapat ditunjukkan dengan sangat banyaknya jumlah member dan visitor pada Situs Social Network, 2)berdasarkan sumber comScore Media Metrix, di Asia Friendster memiliki lebih dari 32 juta unique visitor, MySpace.com memiliki lebih dari 15 juta unique visitor, dan Facebook memiliki lebih dari 14 juta unique visitor per bulannya. 2) 3)Pada Facebook, pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya. Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook. 3)

Begitu besarnya jumlah member dan visitor yang terdapat pada Situs Social Network (Jejaring Sosial) dapat dilihat sebagai potensi pasar yang dapat dimanfaatkan sebagai media atau sarana pemasaran. Situs Social Network (Jejaring Sosial) dapat menjadi salah satu alternatif media pemasaran yang memberikan banyak keuntungan-keuntungan dibandingkan media atau sarana pemasaran lainnya.





II. PEMBAHASAN



Situs Social Network (Jejaring Sosial) merupakan situs pertemanan komunitas online dimana kita bisa mengetahui kegemaran / kegiatan teman kita dengan dia mengupdate status nya dan bisa berkomentar dengan apa yang mereka kerjakan. Berbagai macam
Situs Social Network (Jejaring Sosial) yang tumbuh berkembang seperti Friendster, Facebook, MySpace, Twitter, Nexopia, Orkut, dol2day, dll. Situs-situs Social Network (Jejaring Sosial) tersebut mempunyai jutaan mamber dan visitor. 4)Berdasarkan sumber comScore Media Metrix, di Asia Friendster memiliki lebih dari 32 juta unique visitor, MySpace.com memiliki lebih dari 15 juta unique visitor, dan Facebook memiliki lebih dari 14 juta unique visitor per bulannya. 4) 5)Pada Facebook, pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya. Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook. 5)

Begitu besarnya jumlah member dan visitor yang terdapat pada Situs Social Network (Jejaring Sosial) dapat dilihat sebagai potensi pasar yang dapat dimanfaatkan sebagai media atau sarana pemasaran. 6)Situs Social Network (Jejaring Sosial) sebagai media atau sarana pemasaran dikenal istilah online cost per click (CPC), cost per M-impression (CPM) atau cost per action (CPA) untuk menentukan pilihan tarif iklan. 6)

Berikut akan dijelaskan bagaimana menggunakan Situs Social Network (Jejaring Sosial) sebagai alternatif media atau sarana untuk mengiklankan produk atau jasa yang kita hasilkan dalam hal ini saya akan membahas cara mengiklankan produk atau jasa pada Facebook dan Twitter:

1. Facebook

7)Di Facebook, kita bisa mengatur sendiri strategi penempatan iklan kita yang disesuaikan dengan alokasi anggaran yang kita miliki. Modelnya sendiri ada dua, yaitu yang dinamakan “Pay for Clicks” dan “Pay for Views”.
Pada model “Pay for Clicks”, kita akan diminta memasukkan anggaran harian kita dan juga nilai tawaran (bid) kita, seberapa besar kita bersedia membayar untuk setiap klik terhadap iklan kita. Jumlah yang akan ditagihkan ke kita nantinya tidak akan melebihi anggaran yang telah kita tentukan sendiri.

Facebook sendiri menyediakan fitur Daily Budget untuk menentukan alokasi anggaran kita dalam satu hari. Jumlah minimalnya adalah 1 dollar AS per hari, sedangkan maksimalnya tidak dibatasi. Lalu, fitur kedua adalah Max Bid, yang menunjukkan berapa besar nilai yang bersedia kita bayarkan untuk setiap klik ke iklan kita. Jumlah minimal Max Bid ini sebesar 1 sen dollar AS sedangkan jumlah maksimalnya tidak dibatasi.
Tentu, semakin tinggi nilai yang kita masukkan, peluang frekuensi iklan kita ditayangkan oleh Facebook akan semakin besar. Selain itu, kalau jumlah kliknya sudah melebihi batas Daily Budget tadi, Facebook secara otomatis akan menghentikan penayangan iklan kita, sehingga jumlah tagihan kita tidak akan melebihi anggaran yang telah ditetapkan. 7)

)Dalam Facebook, ada beberapa model :
a. 8)Ads Board : Sebuah halaman yang berisi gambar kecil (thumbnail) & teks deskripsi.
Biaya : Cost Per Click (CPC) artinya anda akan dicharge setelah text / banner anda di klik oleh user dan juga Cost Per Thousand (CPM) artinya anda akan dikenai biaya setiap iklan anda sudah ditayangkan 1000 kali, dimana anda juga bisa melakukan penawaran berapa anda berani membayar untuk iklan anda agar ditampilkan dihalaman utama/depan.

Keuntungan :
• Facebook sedang happening sekarang ini, jika anda berpikir bisa memanfaatkannya, maka bisa dijadikan alternatif media pemasaran.
• Anda bisa menentukan budget sendiri dan juga cost modelnya apakah CPC /CPM dan juga bisa melakukan bidding / menawar harga.

Kekurangan :
• CMIIW user Facebook untuk market Indonesia saat ini < 400,000, perlu diperhatikan juga dari segi behaviour, age, gender, class, dll
• Positioning brand, karena model yang ditawarkan ads board ini semua brand/produk/jasa bisa mengatur budget sendiri, maka cenderung banyak brand/produk/service dari berbagai lapisan masuk.
• Look & Feel, masih sangat terbatas dengan gambar kecil / thumbnail dan text yang terbatas juga, menjadikan iklan anda seperti iklan baris saja




b. 8)Facebook Pages : Sebuah halaman yang dibuat khusus untuk brand/produk/ jasa perusahaan anda, member Facebook yang lain bisa menambahkan ke dalam daftar teman / fans, sesuai jika anda berpikir ingin dan bisa membangun komunitas melalui Facebook.
Biaya : Gratis
Kelebihan :
• Seperti layaknya Friendster Profile Base, kita juga bisa membuat sebuah halaman untuk brand/produk/jasa kita, yang mungkin bisa dijadikan alternatif jalan untuk berpromosi/marketing.

Kekurangan
• Agar Facebook anda bisa terlihat dan disukai oleh yang lain, anda membutuhkan maintenance yang serius untuk hal itu, seperti layaknya mengelola sebuah website.

c. 8)Social Ads : Lebih menyerupai advetorial box yang bisa dihubungkan juga dengan Facebook pages / website brand / produk / jasa anda.
Biaya : Gratis

d. 8)Facebook Beacon :
Anda bisa memanfaatkan semacam aplikasi yang menghubungkan anda dengan user Facebook lainnya, aplikasinya bisa berupa soft / hard marketing, misalnya jika anda mengupdate website anda, user akan mengetahuinya. lebih bersifat sebagai alert.
Biaya : Gratis


e. 8)Facebook Platform : Lebih sering disebut sebagai widgets, dimana anda bisa membuat sebuah widget yang bisa dimanfaatkan untuk program marketing brand/ produk / jasa anda.
Biaya : Gratis
Kelebihan :
• Karena sifatnya pull, bisa dimanfaatkan sebagai media alternatif untuk berpromosi / beriklan.
Kekurangan :
• Jika dihubungan dengan ROI (Return On Investemnt), Anda harus benar-benar tahu aplikasi apa yang bermanfaat untuk brand/produk/jasa anda.
• Pastikan aplikasi yang anda buat tidak menimbulkan back fire yang bisa merugikan anda sendiri.

8)Tool lain yang bisa digunakan di Facebook :
 8)Facebook Polls : Anda bisa melakukan pooling untuk user di Facebook mengenai brand / produk / jasa anda.
Biaya : Gratis
 8)Facebook Insights : Anda bisa melakukan small research untuk user di Facebook mengenai brand / produk / jasa anda.
Biaya : Gratis









2. Twitter

Twitter, media sosial berformat jaringan sosial dan micro-blogging. Berbeda dengan situs jaringan sosial lain seperti MySpace atau Facebook, 9)Twitter tidak mengandalkan foto. Tapi lebih pada posting anggotanya yang kurang dari 140 karakter, disebut tweet atau microblog. Namun Twitter memiliki kelebihan dilengkapi fungsi pencari yang powerfull sehingga update informasi terbaru menjadi lebih mudah. Twitter bisa memberikan informasi cepat pada basis klien yang dimiliki. Perusahaan bisa mendapat feedback mengenai produk dan layanan, serta menyediakan apa yang dibutuhkan pasar. Pesan Twitter juga bisa dikirim ke ponsel. Selebriti dan politisi banyak mendapat sukses berkat Twitter.

Menurut Forrester Research diperkirakan saat ini sudah 5 juta orang yang menggunakan twitter. Pengguna Twitter yang paling banyak pengikutnya adalah Barack Obama, tercatat memiliki lebih dari 265.000 pengikut.
Selebriti juga aktif di Twitter. Seperti pemain bintang basket Shaquille O'Neal menggunakan Twitter untuk berkomunikasi dengan penggemarnya. Shaq memiliki lebih dari 72.000 pengikut. Mantan penyanyi rap MC Hammer juga memiliki lebih dari 55.000 user yang rutin membagi pesan pada penggemarnya. 9)

10)Untuk saat ini di negeri kita mungkin kalah populer dibanding Facebook yang tengah merajalela. Namun yang menarik, di luar sana, Twitter termasuk media yang berkembang paling pesat.
Dan bukan hanya perseorangan yang memanfaatkan Twitter, namun profesional, para selebritis, sampai perusahaan-perusahaan seperti perusahaan mobil Ford, perusahaan media CNN, perusahaan minuman Pepsi, sampai gerai kopi Starbuck, tidak ketinggalan membuat akun di Twitter.

10)Seperti fungsi sebuah media, apapun nama dan bentuknya, Twitter selalu menjadi tempat ajang berbagi kabar dan promosi. Berbagi kabar erat hubungannya dengan arti “social” atau penjaring dan pemelihara pertemanan. Dan promosi yang mungkin lebih dekat kaitannya dengan bisnis.
Perusahaan-perusahaan yang punya akun di Twitter itu kerap kali menyebarkan kabar terbaru produknya. Dan diakui aktivitas promosi itu berhasil meningkatkan omset bisnisnya maupun meningkatkan image perusahaan.
• Bob Pearson, seorang petinggi perusahaan komputer Dell mengatakan berhasil menghasilkan penjualan 1 juta US dollar lewat Twitter.
• Pepsi menggunakan Twitter untuk meminta maaf dan menjawab kritikan orang-orang yang mengatakan sebuah iklan Pepsi kelewat batas karena dianggap mengajarkan bunuh diri.
• Ford juga melakukan hal yang sama dengan menggunakan Twitter sebagai media untuk menjawab kritikan-kritikan dari orang-orang. Khusus Ford malah sangat concern dengan persoalan social media sampai ada pejabat khusus yang bertugas mengurusi aktivitas social media Ford.
• Starbuck menggunakan Twitter untuk promosi produk dan sebagai layanan customer service. Kerap ada pelanggan yang misalnya bertanya tentang The Gluten Valencia Orange Cakes dan Mocha Frappuccino terbuat dari apa, Arabian Mocha itu rasanya seperti apa, enakan mana African Coffe dan Kenya ice, dan berbagai macam pertanyaan lainnya.

Twitter yang menyediakan ruangan kecil berisi teks singkat maksimal 140 karakter mengakomodasi secara pas kebutuhan itu.
Pertanyaan singkat, padat, dan tepat sasaran bersambut jawaban yang singkat padat pula. Jadi klop!! 10)

III. KESIMPULAN


Berdasarkan uraian sebelumnya, Situs Social Network (Jejaring Sosial) dapat dikatakan sebagai alternatif media pemasaran berbasis 11)Information System (IS) dan Information Technology (IT) dikatakan bebasis Information System (IS) karena dalam Situs Social Network (Jejaring Sosial) terdapat komponen-komponen serta sumberdaya seperti manusia, hardware and software, jaringan komunikasi, sumber data, dan peraturan untuk menyampaikan informasi kepada individu, kelompok atau organisasi. Selain itu Situs Social Network (Jejaring Sosial) juga dikatakan berbasis Information Technology (IT) karena Situs Social Network (Jejaring Sosial) melibatkan sumberdaya Information Technology (IT) seperti Hardware, software, networking, dan data management. 11)
Dengan Kekayaan fitur yang ada di Facebook dan Twitter serta terobosan-terobosan ide tentang optimalisasi sebuah situs pertemanan kita dapat menggunakan Situs Social Network (Jejaring Sosial) sebagai media alternative untuk memasarkan produk atau jasa yang kita hasilkan yang dapat memberikan banyak keuntungan ketimbang media konvensional / MainStream Media (MSM).
12)Seperti mudah diakses, sasaran target yang mudah dicapai, dan yang pasti terukur karena database yang masuk bisa diketahui dengan pasti. Selain itu dalam media konvensional / MainStream Media (MSM) dalam penentuan tarif iklannya relatif tetap, di media online seperti Situs Social Network (Jejaring Sosial) tarifnya tidak tetap dari waktu ke waktu alias fleksibel, tarifnya bisa kita tentukan sendiri sesuai keinginan kita dan sumber daya yang kita miliki. 12)
Beriklan di media online lebih efisien, dengan harga bersaing namun berkualitas, dapat menjadikan aktifitas kegiatan pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien

DAFTAR PUSTAKA



http://rudikuswanto.blogspot.com/2008/11/sekali-lagi-tentang-facebook.html

http://Muhammad Chandrataruna.okezon.com

http://www.ririsatria.net/2009/01/20/masih-tentang-facebook/

http://imid.wordpress.com/2008/07/06/beriklan-di-google-facebook/

http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/04/04/96145/panen-uang-dari-situs-jaringan-sosial/

http://www.siswonugroho.com/2009/05/06/ketika-starbucks-twitter-an.html#more-1322

James A. O'Brien, and George Marakas. ManagementInformation Systems with MISource 2007, 8th ed. Boston, MA: McGraw-Hill, Inc., 2007. ISBN: 13 9780073323091

http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/04/27/55/214236/beriklan-lebih-efektif-di-media-online

















LAMPIRAN

















11.14.2008
Sekali lagi tentang Facebook
Masih soal Facebook, berikut ini ada tulisan yang mencerahkan dari Begawan Marketing Indonesia, Hermawan Kartajaya yang dimuat Kompas, Jum’at (14/11), berjudul Flexible Pricing from Facebook Ads. Tulisannya daging semua, simak ya. O, ya happy week-end ya...
ANDA bergerak di industri media atau industri periklanan? Atau Anda sering pasang iklan di mainstream media (MSM) seperti televisi, media cetak, dan radio?
Kalau jawabannya “ya”, saya yakin Anda tidak asing lagi dengan istilah-istilah seperti audience share, gross rating point (GRP), cost per rating point (CPRP), rate card, rating, built-in sponsorship, blocking time, saturation level, readership, milimeter kolom (mmk), dan sebagainya. Semuanya itu pada dasarnya adalah istilah-istilah yang muncul ketika terjadi proses untuk menentukan tarif iklan.
Nah, kalau mau terjun ke media online, mulai sekarang Anda harus paham juga istilah-istilah seperti cost per click (CPC), cost per M-impression (CPM) atau cost per action (CPA).
Perbedaan mendasarnya, kalau di MSM penentuan tarif iklannya relatif tetap, di media online tarifnya tidak tetap dari waktu ke waktu alias fleksibel. Selain itu, tarifnya bisa kita tentukan sendiri sesuai keinginan kita dan sumber daya yang kita miliki.
Ambil saja contoh strategi penentuan harga iklan yang ada di situs favorit saya, Facebook.

[Kekayaan fitur yang ada di Facebook dan terobosan-terobosan ide tentang optimalisasi sebuah situs pertemanan, menjadi kunci sukses keberhasilannya dan melampaui pendahuulunya 3-4 langkah ke depan.]
Di Facebook, kita bisa mengatur sendiri strategi penempatan iklan kita yang disesuaikan dengan alokasi anggaran yang kita miliki. Modelnya sendiri ada dua, yaitu yang dinamakan “Pay for Clicks” dan “Pay for Views”.
Pada model “Pay for Clicks”, kita akan diminta memasukkan anggaran harian kita dan juga nilai tawaran (bid) kita, seberapa besar kita bersedia membayar untuk setiap klik terhadap iklan kita. Jumlah yang akan ditagihkan ke kita nantinya tidak akan melebihi anggaran yang telah kita tentukan sendiri.
Facebook sendiri menyediakan fitur Daily Budget untuk menentukan alokasi anggaran kita dalam satu hari. Jumlah minimalnya adalah 1 dollar AS per hari, sedangkan maksimalnya tidak dibatasi. Lalu, fitur kedua adalah Max Bid, yang menunjukkan berapa besar nilai yang bersedia kita bayarkan untuk setiap klik ke iklan kita. Jumlah minimal Max Bid ini sebesar 1 sen dollar AS sedangkan jumlah maksimalnya tidak dibatasi.
Tentu, semakin tinggi nilai yang kita masukkan, peluang frekuensi iklan kita ditayangkan oleh Facebook akan semakin besar. Selain itu, kalau jumlah kliknya sudah melebihi batas Daily Budget tadi, Facebook secara otomatis akan menghentikan penayangan iklan kita, sehingga jumlah tagihan kita tidak akan melebihi anggaran yang telah ditetapkan.
Biar lebih mengerti, saya berikan ilustrasi sebagai berikut.
Kita menentukan Daily Budget kita sebesar 100 dollar AS. Kemudian, Max Bid-nya kita tentukan sebesar 0,5 dollar AS. Jadi, kalau ada orang yang meng-klik iklan kita, kita akan membayar sebesar 0,5 dollar AS kepada Facebook sebagai penyedia media iklan kita.
Nah, begitu iklan kita sudah diklik sebanyak 200 orang pada satu hari alias sudah mencapai batas anggaran kita, Facebook secara otomatis akan menghentikan tayangan iklan kita itu.
Menarik bukan? Jadi kita membayar iklan tersebut benar-benar sesuai dengan hasil yang kita dapatkan. Alokasi anggaran iklan kita akan benar-benar efisien.
Model penentuan harga iklan yang kedua di Facebook, “Pay for Views”, mirip dengan model “Pay for Clicks”. Bedanya, yang jadi dasar perhitungan bukan jumlah klik melainkan jumlah views atau impresi terhadap iklan kita. Biasanya standarnya dihitung berdasarkan setiap 1000 views.
Kalau “Pay for Clicks” disebut juga cost per click (CPC), maka“Pay for Views” dikenal juga sebagai cost per M-impression (CPM). “M” di sini melambangkan angka Romawi yang berarti seribu.
Model penentuan harga di atas bukan hanya merupakan monopoli Facebook. Sudah banyak situs yang memberlakukan model tersebut.
Google misalnya, sudah memberlakukan kedua model penentuan harga tadi untuk program AdSense dan AdWords-nya. Google malah sudah pernah memberlakukan model cost per action atau disebut juga cost per acquisition (CPA). Kalau di eBay, model ini disebut sebagai AdContext.
Di sini pemasang iklan dikenakan tagihan berdasarkan aktivitas tertentu dari si pelanggan. Kalau ada pelanggan yang melihat iklan lalu pada akhirnya ia membeli produk tersebut, tarif iklan yang dikenakan ke si pemasang iklan akan lebih besar dibanding kalau pelanggan tadi hanya meminta informasi lebih lanjut misalnya.
Sangat canggih, bukan?
Inilah yang menunjukkan bahwa di era New Wave Marketing ini, yang namanya harga atau tarif itu tidak bisa lagi tetap. Pelan-pelan akan berubah menjadi fleksibel seperti Currency.
Kisah di atas menunjukkan bahwa praktik marketing sudah harus berubah menjadi low-budget high-impact, bukan lagi high-budget high-impact apalagi high-budget low impact.
Bukan masanya lagi kita membuang-buang uang tanpa mengetahui hasil riil yang kita dapatkan. New Wave Marketer harus bisa melakukan aktivitas pemasaran yang efisien sekaligus efektif. *
http://rudikuswanto.blogspot.com/2008/11/sekali-lagi-tentang-facebook.html
















Friendster Dominasi Jejaring Sosial di Asia
Kamis, 10 April 2008 - 16:27 wib
Muhammad Chandrataruna - Okezone

JAKARTA - Setelah menjadi situs jejaring sosial nomor satu di Indonesia, kini Friendster, berdasarkan sumber comScore Media Metrix, mengklaim dirinya sebagai situs jejaring sosial terbesar di Asia, termasuk di regional Asia Tenggara.

"Friendster kini merupakan jaringan sosial nomor satu di Asia dengan lebih dari 49 member dan 32 juta unique visitor setiap bulannya," ujar Vice President of Global Marketing Friendster David Jones pada peluncuran Friendster Berbahasa Indonesia di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (10/4/2008).

Di Asia, Friendster mengungguli kolaborasi MySpace.com dan Myspace.cn yang memiliki 15 juta unique visitor, dan Facebook dengan 14 juta unique visitor per bulannya.

Di Indonesia, Friendster telah memiliki lebih dari delapan juta member dan empat juga unique visitor per Februari 2008. Karena jumlah relatif pengguna internet di Indonesia sekira 20 juta, maka apabila dirata-ratakan, kurang lebih 20 persen browser Indonesia mengunjungi Friendster per Februari 2008, dan lebih dari 40 persen pengguna internet di Indonesia memiliki akun Friendster.

Berdasarkan analisa data Alexa pada 1 April 2008, Friendster meraup lebih dari 3,9 juta pengguna unik per minggu dari Indonesia. Sebagai perbandingan, Facebook memiliki kurang dari 700.000 pengguna dan MySpace memiliki tidak lebih dari 530.000.

"Hal ini memastikan Friendster lima kali lebih besar dari Facebook dan tujuh kali lebih besar dari MySpace di Indonesia," kata David.

Secara global, pada Februari 2008, Friendster mengalami pertumbuhan pengunjung hingga sembilan persen atau tiga juta pengunjung. Dalam tiga bulan terakhir, Friendster tumbuh 8,7 juta unique visitor atau 31 persen, tertinggi dibandingkan kompetitor-kompetitornya. Dengan perspektif ini, Friendster mengklaim, menurut data comScore, bahwa lebih dari satu persen populasi internet di seluruh dunia menggunakan Friendster.

Berdasarkan data comScore, perusahaan di bidang internet metrics, dalam dua bulan terakhir, posisi Friendster menanjak dari peringkat 12 ke peringkat 8 sebagai website terbesar di dunia. (srn)
http://Muhammad Chandrataruna.okezon.com































sekilas tentang facebook.
Published 26 February 2009 Internet , komputer
Tags: browsing, dunia maya, facebook, Internet, komputer, social network, surfing, website

facebook merupakan salah satu social network yang ada di internet. dengan facebook kita bisa tau kegiatan teman kita dengan dia mengupdate status nya dan bisa berkomentar dengan apa yang mereka kerjakan. selain itu facebook pun menyediakan taging foto yang bisa mengetahui siapa aja yang ada di dalam foto kemudian setelah di taging. foto yang di upload temen kita bisa masuk ke album foto kita. belum lagi aplikasi aplikasi tambahan seperti game , quiz, etc yang bisa kita gunkanan untuk mengisi waktu luang setelah itu fitur group dan calender serta fasilitas invite dalam mengadakan suatu acara. pernah ada salah satu temen gw yang mau nikahan dia publish di facebook. luar biasa nih aplikasi.

singkat cerita tentang facebook,
facebook didirikan oleh alumni mahasiswa harvard universiity uang bernama Mark Zuckerberg, asal muasal facebook ini sebenarnya merupakan aplikasi yang dibuat mark yang bertujuan untuk komunikasi antara mahasiswa harvard,
dan ternyata Dalam waktu dua minggu setelah facebook diluncurkan, hampir separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. dan Tak hanya itu, beberapa kampus lain seperti yale, stanford dan kampus terdekat pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook.
Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua teman di kampus harvard university yaitu Dustin Moskovitz dan Chris Hughes untuk membantu mengembangkan Facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. dan dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya.
Dengan kesuksesannya tersebut, Zuckerberg beserta dua orang temannya memutuskan untuk pindah ke Palo Alto dan menyewa apartemen di sana.
Setelah beberapa minggu di Palo Alto. Zuckerberg berhasil bertemu dengan Sean Parker (cofounder Napster), dan dari hasil pertemuan tersebut Parker pun setuju pindah ke apartemen Facebook untuk bekerja sama mengembangkan Facebook. Tidak lama setelah itu, Parker berhasil mendapatkan Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Thiel menginvestasikan 500 ribu US Dollar untuk pengembangan Facebook.
semakin lama pengguna facebook makin melonjak, sehingga pada pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. tetapi Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners. Dan semenjak itu sokongan dana dari berbagai investor terus mengalir untuk pengembangan Facebook.
Pada September 2005 Facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa., Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian Facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.
Selain menolak tawaran dari Friendster seharga 10 juta US Dollar, Zuckerberg juga pernah menolak tawaran dari Viacom yang ingin membeli Facebook seharga 750 juta US Dollar, dan tawaran dari Yahoo yang ingin membeli Facebook seharga 1 milyar US Dollar.
Tidak ada situs jejaring sosial lain yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap user. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook.
http://www.ririsatria.net/2009/01/20/masih-tentang-facebook/











Beriklan di Facebook
Posted by: Andy OrangeMood on: Juli 6, 2008
• In: Informasi
• Comment!
Bagi anda yang ingin beriklan di google & facebook, anda bisa dengan mudah melakukannya sendiri, tanpa perlu perantara orang lain sama sekali, jika anda seorang media buyer / client, anda hanya membutuhkan credit card untuk pembayarannya.
Untuk Facebook, ada beberapa model :
1. Ads Board : Sebuah halaman yang berisi gambar kecil (thumbnail) & teks deskripsi, seperti ini contohnya. Cost model :
Cost Per Click (CPC) artinya anda akan dicharge setelah text / banner anda di klik oleh user dan juga Cost Per Thousand (CPM) artinya anda akan dikenai biaya setiap iklan anda sudah ditayangkan 1000 kali, dimana anda juga bisa melakukan penawaran berapa anda berani membayar untuk iklan anda agar ditampilkan dihalaman utama/depan.
Keuntungan :
-Facebook sedang happening sekarang ini, jika anda berpikir bisa memanfaatkannya, maka bisa dijadikan alternatif media.
-Anda bisa menentukan budget sendiri dan juga cost modelnya apakah CPC /CPM dan juga bisa melakukan bidding / menawar harga.
Kekurangan :
-CMIIW user Facebook untuk market Indonesia saat ini < 400,000, perlu diperhatikan juga dari segi behaviour, age, gender, class, etc.
-Positioning brand, karena model yang ditawarkan ads board ini semua brand/produk/service bisa mengatur budget sendiri, maka cenderung banyak brand/produk/service dari berbagai lapisan masuk.
-Look & Feel, masih sangat terbatas dengan gambar kecil / thumbnail dan text yang terbatas juga, menjadikan iklan anda seperti iklan baris saja.
2. Facebook Pages : Sebuah halaman yand dibuat khusus untuk brand/produk/jasa perusahaan anda, member Facebook yang lain bisa menambahkan ke dalam daftar teman / fans, sesuai jika anda berpikir ingin dan bisa membangun komunitas melalui Facebook. Keterangan lebih details silahkan dilihat disini. Cost Model : Free!Kelebihan :
-Seperti layaknya Friendster Profile Base, kita juga bisa membuat sebuah halaman untuk brand/produk/jasa kita, yang mungkin bisa dijadikan alternatif way untuk berpromosi/marketing.
Kekurangan :
-Agar Facebook anda bisa terlihat dan disukai oleh yang lain, anda membutuhkan maintenance yang serius untuk hal itu, seperti layaknya mengelola sebuah website.
3. Social Ads : Lebih menyerupai advetorial box yang bisa dihubungkan juga dengan Facebook pages / website brand/produk/jasa anda. Keterangan lebih detailsnya silahkan dilihat disini

Cost Model : Free!
4. Facebook Beacon : Anda bisa memanfaatkan semacam aplikasi yang menghubungkan anda dengan user Facebook lainnya, aplikasinya bisa berupa soft / hard marketing, misalnya jika anda mengupdate website anda, user akan mengetahuinya. lebih bersifat sebagai alert, jika anda ingin yang lebih lagi, anda bisa mencoba Facebook Platforms, Keterangan lebih detailsnya silahkan dilihat disini.Cost Model : Free!
5. Facebook Platforms : Lebih sering disebut sebagai widgets, dimana anda bisa membuat sebuah widget yang bisa dimanfaatkan untuk program marketing brand/produk/jasa anda. Keterangan lebih lanjut silahkan dilihat disini. Cost Model : Free! (kecuali untuk membuat aplikasinya anda bisa menggunakan vendor development)Kelebihan :
-Karena sifatnya pull, bisa dimanfaatkan sebagai media alternatif untuk berpromosi/beriklan.
Kekurangan :
-Jika dihubungan dengan ROI, Anda harus benar-benar tahu aplikasi apa yang bermanfaat untuk barnd/produk/jasa anda.
-Pastikan aplikasi yang anda buat tidak menimbulkan back fire yang bisa merugikan anda sendiri.
Tool lain yang bisa digunakan di Facebook :
1. Facebook Polls : Anda bisa melakukan pooling untuk user di Facebook mengenai brand/produk/jasa anda. Keterangan lebih detailsnya silahkan dilihat disini.
Cost Model : Free!

2. Facebook Insights : Anda bisa melakukan small research untuk user di Facebook mengenai brand/produk/jasa anda.Keterangan lebih detailsnya silahkan dilihat disini.Cost Model : Free!
http://imid.wordpress.com/2008/07/06/beriklan-di-google-facebook/

Teknologi
04/04/2009 - 20:26
Panen Uang dari Situs Jaringan Sosial
Budi Winoto


(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Situs jaringan sosial seperti Facebook, MySpace dan Twitter bukan lagi hanya sebagai tempat untuk bersosialisasi. Situs itu juga menimbulkan peluang bisnis bagi penggunanya secara instan. Jutaan dolar siap menggelontor ke kantong Anda.
Beda dengan situs jaringan sosial lain MySpace atau Facebook, Twitter tidak mengandalkan foto. Tapi lebih pada posting anggotanya yang kurang dari 140 karakter, disebut tweet atau microblog. Namun Twitter memiliki kelebihan dilengkapi fungsi pencari yang powerfull sehingga update informasi terbaru menjadi lebih mudah.
Twitter berkembang pesat mekipun jumlah membernya belum menyamai Facebook,. Tapi Facebook sendiri tak kuasa dan harus mengubah fiturnya dengan menjiplak kelebihan yang ada di Twitter. Perubahan itu karena Facebook ingin seperti Twitter, bisa sebagai sarana pendukung bisnis atau pengelola penggemar bagi pada selebriti.
"Twitter bisa memberikan informasi cepat pada basis klien yang dimiliki. Perusahaan bisa mendapat feedback mengenai produk dan layanan, serta menyediakan apa yang dibutuhkan pasar,” kata Chip Lambert, pemilik Network2Networth konsultan pengembangan usaha, kemarin.
Menurut Forrester Research diperkirakan saat ini sudah 5 juta orang yang menggunakan Twitter. Co-founder Twitter, Biz Stone mengatakan bagi pelaku bisnis yang belum cukup dana untuk beriklan maka Twitter bisa sebagai sarana promosi yang efektif.
"Bisnis menggunakan Twitter dengan fungsi ganda, marketing dan customer service. Mereka menggunakan Twitter Search untuk mengumpulkan informasi mengenai produk dan layanan yang diberikan, serta memberikan penjelasan pada konsumen,” katanya.
Ia mencontohkan coffee shop di San Francisco menggunakan Twitter untuk mengumumkan penawaran spesial pada hari itu. Restoran Mexico di Los Angeles juga menggunakan Twitter untuk memberitahu lokasi mobilnya pada konsumen di hari itu.
Bergabung dengan Twitter sangat mudah dan gratis. Pesan Twitter juga bisa dikirim ke ponsel. Selebriti dan politisi banyak mendapat sukses berkat Twitter. Pengguna Twitter yang paling banyak pengikutnya adalah Barack Obama, tercatat memiliki lebih dari 265.000 pengikut. Tapi sejak masuk ke Gedung Putih, Obama dan staffnya sudah melupakan Twitter.
Selebriti juga aktif di Twitter. Seperti pemain bintang basket Shaquille O'Neal menggunakan Twitter untuk berkomunikasi dengan penggemarnya. Shaq memiliki lebih dari 72.000 pengikut. Mantan penyanyi rap MC Hammer juga memiliki lebih dari 55.000 user yang rutin membagi pesan pada penggemarnya.
Meskipun Twitter belum menjual iklan, tapi Twitter sudah diakui sebagai media marketing. Pembuat komputer Dell Inc, menawarkan diskon eksklusif kepada lebih dari 18.000 pengikutnya di Twitter dan berhasil mendapatkan US$ 1 juta penjualan.
Chief Executive Wistia.com Chris Savage juga mendapat untung dari Twitter. Saat mencari kata "layanan berbagi video " di Twitter, dia mendapati banyak user yang membutuhkan jasa perusahannya itu. Savage kini menugaskan tim sales yang terdiri dari lima orang untuk mencari klien di Twitter.
Savage baru menggunakan Twitter selama satu tahun, tapi sudah mendapatkan 12 klien besar. "Twitter adalan cara pemasaran yang gratis. Orang bisa membangun reputasi. Karena Twitter sebagai forum publik, setiap post menjadi sarana promosi bagi user yang lain,” katanya. [E1]
http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/04/04/96145/panen-uang-dari-situs-jaringan-sosial/



Ketika Starbucks Twitter-an
May 6th, 2009 • Related • Filed Under
Aneh sebenarnya mengatakan kata “Twitter-an”. Namun saya kira sebutan itu yang paling enak dipakai dibanding mengatakan “nge-twitt” yang berat melafalkannya apalagi “twittering” yang cenderung maksa. Yang paling enak saya kira tetap menyebutnya twitteran (seperti istilah “fesbukan” yang sudah biasa Anda pakai mungkin).
Atau barangkali Anda punya sebutan lain yang lebih enak diucapkan?
Twitter, social media berformat social network dan micro-blogging yang satu ini, untuk saat ini di negeri kita mungkin kalah populer dibanding Facebook yang tengah merajalela. Namun yang menarik, di luar sana, Twitter termasuk sosial media yang berkembang paling pesat.
Dan bukan hanya perseorangan yang memanfaatkan Twitter, namun profesional, para selebritis, sampai perusahaan-perusahaan seperti perusahaan mobil Ford, perusahaan media CNN, perusahaan minuman Pepsi, sampai gerai kopi Starbuck, tidak ketinggalan membuat akun di Twitter.
Emang apa hebatnya Twitter?
Seperti fungsi sebuah media, apapun nama dan bentuknya, Twitter selalu menjadi tempat ajang berbagi kabar dan promosi. Berbagi kabar erat hubungannya dengan arti “social” atau penjaring dan pemelihara pertemanan. Dan promosi yang mungkin lebih dekat kaitannya dengan bisnis.
Perusahaan-perusahaan yang punya akun di Twitter itu kerap kali menyebarkan kabar terbaru produknya. Dan diakui aktivitas promosi itu berhasil meningkatkan omset bisnisnya maupun meningkatkan image perusahaan.
• Bob Pearson, seorang petinggi perusahaan komputer Dell mengatakan berhasil menghasilkan penjualan 1 juta US dollar lewat Twitter.
• Pepsi menggunakan Twitter untuk meminta maaf dan menjawab kritikan orang-orang yang mengatakan sebuah iklan Pepsi kelewat batas karena dianggap mengajarkan bunuh diri.
• Ford juga melakukan hal yang sama dengan menggunakan Twitter sebagai media untuk menjawab kritikan-kritikan dari orang-orang. Khusus Ford malah sangat concern dengan persoalan social media sampai ada pejabat khusus yang bertugas mengurusi aktivitas social media Ford.
Perusahaan-perusahaan lainnya menggunakan Twitter untuk promosi produk dan sebagai layanan customer service. Contohnya Starbuck. Kerap ada pelanggan yang misalnya bertanya tentang The Gluten Valencia Orange Cakes dan Mocha Frappuccino terbuat dari apa, Arabian Mocha itu rasanya seperti apa, enakan mana African Coffe dan Kenya ice, dan berbagai macam pertanyaan lainnya.
Ada juga pertanyaan formal seperti seperti standar bahan baku Starbucks, sistem pengolahan sampah Starbucks, tunjangan kesehatan bila bekerja di Starbucks, keuntungan memiliki Starbucks Card. Sampai pertanyaan yang mungkin remeh temeh seperti bertanya gerai Starbucks terdekat, StarBucks di London lokasinya dimana, dan aneka rupa pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Lho lo lo mungkin Anda tidak percaya dan bertanya “Apa semua informasi itu tidak disediakan?”
Saya yakin sudah. Namun secara umum kebanyakan orang itu bersifat pemalas. Malas membaca atau mencari dan lebih suka untuk langsung bertanya. Dan Twitter yang menyediakan ruangan kecil berisi teks singkat maksimal 140 karakter mengakomodasi secara pas kebutuhan itu.
Pertanyaan singkat, padat, dan tepat sasaran bersambut jawaban yang singkat padat pula.
Jadi klop!!
So, tiga keuntungan memiliki akun Twitter bagi pebisnis menurut saya:
Pertama, memperluas relasi dan memperkuatnya. Kedua, sumber pendatang traffic. Ketiga, mencetak loyal follower dan pelanggan setia.
Tapi hati-hati. Seperti pada umumnya di internet, spam sangat dilarang di Twitter. Karena itu jangan terlalu over beriklan.
Salam HebaD!!!
http://www.siswonugroho.com/2009/05/06/ketika-starbucks-twitter-an.html#more-1322


Beriklan Lebih Efektif di Media Online
Senin, 27 April 2009 - 10:53 wib
TEXT SIZE :
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone

JAKARTA - Seperti diketahui, banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh pengiklan jika memasang iklan di media online. Kendati demikian, belum banyak pengiklan yang mau membelanjakan iklannya untuk media yang tergolong baru tersebut.

"Iklan online itu masih tergolong baru. Masih banyak terminologi atau istilah baru seperti, pageview, unique visitor, yang perlu diperkenalkan lebih jauh," ungkap Pemimpin Umum Okezone.com David F Audy, saat talkshow 'Marketing Online' di Radio Trijaya FM, Jakarta, Senin (27/4/2009).

Meski begitu, dirinya yakin kalau beriklan di internet lebih banyak menuai keuntungan ketimbang media konvensional. Misalnya, mudah diakses, sasaran target yang mudah dicapai, dan yang pasti terukur, karena database yang masuk bisa diketahui dengan pasti.

Hal senada juga diungkapkan oleh Danny Oei, Chief Marketing Officer Kaskus, beriklan di media online lebih efisien, dengan harga bersaing namun berkualitas. "Pengiklan bisa menetukan target berdasarkan isi konten yang diinginkan. Apalagi, media online beritanya hadir selama 24 jam, setiap hari," sambung Danny.

Untuk itulah, perlu ditingkatkan kembali kampanye mengenai kehadiran media online di masyarakat. Salah satunya dengan bersinergi dengan mesin pencari, seperti Google. Karena tidak bisa dipungkiri, Google memberikan keuntungan signifikan mengenai kehadiran situs online.

"Mesin pencari Google, telah menyumbang 25 persen dari pengunjung yang datang. Dan itu, bentuk kampanye yang bagus," tandas Danny. (srn)
http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/04/27/55/214236/beriklan-lebih-efektif-di-media-online

0 komentar:

 

My Blog List

Link

Education and Training Blogs - BlogCatalog Blog Directory

cari artikel, makalah, skripsi disini Copyright © 2009 FreshBrown is Designed by Simran