Jumat, 22 Mei 2009

Industri tahu di bengkulu

INDUSTRI TAHU

Industri kecil tahu terutama di propinsi Bengkulu merupakan industri kecil menengah atau rumah tangga yang dikelola secara sederhana.

Seperti halnya perusahan tempe, perusahaan tahu masih tergolong usaha skala kecil
Dangan kemampuan rata- rata sekitar 800-5500 kg kacang kedelai perhari, hanya sebagian kecil yang sudah mampu berproduksi lebih dari 5500 kg perhari. Sedangkan untuk tenaga kerja di perusahaan tahu barvariasi, bergantung pada besar kecilnya prokduksi mulai dari 2 sampai 20 orang, dan tenaga kerja ini sebagian basar masih meggunakan tanaga kerja dalam keluarga.
Dibandingkan dengan tempe yang membutuhkan modal kerja minimum adalah untuk pembelian bahan sebanyak 4 hari kerja, maka perusahaan tahu minimal cukup hanya dua hari kerja saja, yaitu satu untuk yang sdangkan dipasarkan dan satu lagi yang didalam proses pengerjaan,karana umumnya stok bahan baku untuk beberapa hari, bahkan ada yang lebih satu minggu atau lebih.hal ini digunakan untuk proses prokduksi karena umumnya menggunakan kacang kedelai impor.
Modal yang digunakan pada umumnya milik sendiri sangat jarang mengunakan bantuan bank.
Potensi pasar sama halnya dengan pasar tempe, tetapi karena tahu dikosumsi oleh bukan halnya lauk pauk, pasar tahu tidak hanya rumah tangga dan warung makan, tetapi dalam bentuk makanan jajanan,usaha tahu ini berada dikawasan pemukiman dan pada umumnya rumah tinggal milik sendiri.

Dalam proses proses prokduksi umumnya meggunakan peralatan yang sangat sederhana, mesin hanya untuk menghaluskan(menjadi bubur).

Alat- alat yang digunakan:

Penggilingan untuk menghaluskan kacang dan pada umumnya menggunakan mesin penggiling.
Alat perebusan, drum bekas oli berkapitas 100 atau 200 liter.sebagian sumber panas biasanya diggunakan kayu bakar atau minyak tanah atau uap dari boiler sederhana.
Tempat perendeman, drum bekas oli atau drum plastik,tahang kayu dengan kapasitas bervariasi.
Tempat menggumpulkan
Cetakan dan pengiris dari logam atau kayu
Tempat untuk memasarkan seperti ember plastik atau wadah lainnya.

Usaha ini menggunakan input edelai sekitar 800-5500 kg perhari.Adapun proses tahu harus melalui tahap tahap-tahap berikut produksi:
Penyortiran
Agar tahu yang dihasilkan berkualitas baik, maka pemilihan kedelai perlu dilakukan dengan memisahkan atau membuang kedelai yang sudah rusak.


2. Pencucian
Biji kedelai dimasukkan ke dalam ember berisi air, kemudian kacang kedelai tersebut di cuci dengan bersih.seingga dengan pencucian ini kotoran- kotoran yang melekat dan tercampur diantara biji daoat hilang. Penggunaan air tahu ini tidak dapat hemat seperti pembuatan tempe,karena mengestrak protein kacang kedelai membutuhkan air yang cukup banyak untuk mendapatkan rendaman yang ebih tinggi, tidak boleh asam atau basah,air asam akan menyebabkan protein menggumpal sebelum dipisakan.
3 Perendaman
Perendaman dimaksukan untuk mengembangkan dan mengumpukkan kacang kedelai sebelum digiling. Perendaman dilakuka didalam bak air selama sekitar 5-9 jam. Dengan perendaman ini tahu menjadi lunak dan kulit mudah lepas.

Pengilingan
Pengggilingan dilakukan dengan menggunakan”gilingan tahu ” cara penggilingannya adalah dengan memasukan biji kedelai yang sudah direndam tersebut kedalam mesin sebagai alat penggiling.biji kedelai yang sudah halus dan akhirnya menjadi bubur putih.

Pendidihan
Setelah kacang kedelai digiling menjadi bubur kacang kedelai(mentah), bubur ini ditambah air kira –kira 10 kali bobot kacang atau lebih, kemudian direbus sampai mendidih sambil diaduk untuk menginsktifkan zat antrutasi kedelai dan serkaligus meningkatkan nilai cerna

Penyaringan
Bubur yang sudah mendidih itu segera diturunkan dan disaring. Untuk menyaringnya digunakan kain belacu atau mori kasar untuk pati kedelai yang siap direasikan danagn air cuka agar secepatnya membentuk gumpulan putih. Hasil penyaringan ini beruopa ampas tahu.

Proses peleburan
Air saringan yang terampung itu berwarna kuning, dan cairan itulah nantinya yang akan menjadi tahu. Untuk menimlkan tahunya,caiaran tahunya harus diacampurkan denagn asam cuka. Air cuka yang digunakan biasa digunakan untuk acar.

Percetakan
Setelah proses peleburan / penggumpalan dapat dikatakan berakhir, secepatnya
Harus dilanjiutkan dengan percetakan;percetakan adalah proses pengepresan pati kedelai yang telah membentuk gumpalan putih.hasilnya proses peleburan ditempat kan padas alat cetak tertentu dan ditekan dengan alat pemberat utuk menghasikkan tahu yang diinginkan.

0 komentar:

 

My Blog List

Link

Education and Training Blogs - BlogCatalog Blog Directory

cari artikel, makalah, skripsi disini Copyright © 2009 FreshBrown is Designed by Simran