Jumat, 22 Mei 2009

Perlindungan Konsumen ATM Berasurasi (Fulprotek) PADA PT TAKAFUL Indonesia cabang Bengkulu

Latar Belakang

Kebutuhan akan jasa perasuransian makin di rasakan oleh masyarakat maupun dunia usaha di Indonesia. Karena asuransi menjanjikan perlindungan kepada pihak tertanggung terhadap resiko yang dihadapi perorangan maupun resiko yang dihadapi perusahaan. Dengan kata lain jika seseorang menginginkan agar resiko itu tidak terjadi maka salah satu jalan adalah mengalihkan resiko kepada pihak lain yang disebut sebagai penanggung atau perusahan asuransi. Namun, asuransi banyak menimbulkan pro dan kontra di dalam masyarakat dimana para alim ulama menganggap bahwa asuransi termasuk kedalam perjudian atas dasar untung-untungan di mana hal ini merupakan seseuatu yang dilarang dalam Islam, tetapi dalam ushul fiqih keberadaan asuransi merupakan maslahah (mengandung manfaat bagi kehidupan manusia). Karena di dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang menjelaskan konsep tentang menghadapi resiko dimasa depan seperti kisah Nabi Yusuf a.s. merupakan konsep yang mirip dengan konsep asuransi. Pertumbuhna industri ini (asuransi) maupun pemegang polis asuransi dibandingkan jumlah penduduk Indonesia masih jauh di bawah kemajuan yang dicapai negara lain.hal ini disebabkan karena adanya keraguan terhadap asuransi konvensional dan dapat dilihat dari beberapa pendapat alim ulama mengandung unsur gharar, judi (maisir), dan riba. Sampai pada akhirnya muncul asuransi yang berdasarkan syari’at Islam dimana kehadirannya banyak diminati, karena dalam asuransi Islam tidak mengenal adanya unsur gharar, judi (maisir), dan riba.
Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) memberikan definisi tentang asuransi syari’ah, yaitu:
Asuransi syari’ah bersifat saling melindungi dan saling tolong-menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perkatan) yang sesuai syari’ah.
Asuransi syari’ah berkembang mengikuti perubahan zaman hal ini dapat dilihat dari produk-pruduk yang dikelurkan oleh beberapa asuransi syari’ah di Indonesia yang mengikuti kemajuan teknologi, dengan memberikan manfaat dan kemudahan bagi seseorang. Salah satunya adalah PT. Takaful Indonesia yang telah mengeluarkan produk bagi para pengguna kartu ATM yang mempunyai fungsi dwi guna yaitu berfungsi sebagai alat penarikan tunai dan berfungsi sebagai alat untuk memberikan proteksi terhadap resiko jiwa seseorang baik itu meninggal dunia, cacat karena kecelakaan. Produk dari Takaful ini dikenal dengan istilah fulprotek.
Sebagaimana perusahaan lain, ATM berasuransi (fulprotek) juga mempunyai polis asuransi. Polis asuransi Takaful berbentuk kartu ATM yang merupakan tanda keikut sertaan di dalam asuransi fulprotek ini.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan ini serta membahas dan menuangkan kedalam bentuk skripsi yang berjudul: “Perlindungan Konsumen ATM Berasuransi (Fulprotek) oleh PT Takaful Indonesia Cabang Bengkulu”

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
Bagaimanakah bentuk perlindungan konsumen oleh PT Takaful Indonesia Cabang Bengkulu terhadap klaim yang diajukan nasabah pada ATM berasuransi (fulprotek)?
Bagaimana cara pengajuan klaim terhadap ATM berasuransi (fulprotek) oleh nasabah kepada PT Takaful Indonesia Cabang Bengkulu ?




Metode Penelitian

Pendekatan Penelitian
Dalam pendekatan penelitian ini, jenis yang digunakan adalah penelitian empiris yaitu penelitian hukum yang memperoleh data dari data primer dan sekunder.
wilayah Penelitian
wilayah penelitian terdapat di kota Bengkulu.
Populasi
populasi adalah suatu obyek atau seluruh uni yang aka diteliti, populasi itu idak harus selalu berwujud manusia saja, tetapi dapat juga berupa gejala-gejala tingkahlaku, pasal-pasal, perundang-undangan, kasus hukum, alat-alat pengajaran, cara-cara penyelenggaraan administrasi dan lain-lain.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pihak yang ikut terlibat dalam pelaksanaan ATM berasuransi (fulprotek) yang diselenggarakan oleh PT Takaful Indonesia di kota Bengkulu.
Penentuan Sampel
untuk menentukan sampel dalam penelitian ini dgunakan teknik purposive sampling. Maksudnya sampel yang dipilih dianggap mempunyai kecakapan atau pengetahuan langsung m
enyangkut perlindungan konsumen ATM berasuransi (fulprotek) oleh PT. Takaful Indonesia Cabang Bengkulu, sehingga dapat mewakili seluruh populasi penelitian dan dapat memberikan data yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan yang di bahas. Berdasarkan sampling tersebut maka sampel yang di ambil untuk penelitian ini adalah :
a. Kepala kantor cabang PT. Takaful Indonesia Cabang Bengkulu
b. Tiga orang pegawai pada PT. Takaful Indonesia kota Bengkulu.
c. Lima orang pesrta ATM berasuransi (fulprotek) yang diselenggarakan oleh PT. Takaful Indonesia di kota Bengkulu;

Teknik Pengumpulan Data

Data Primer
Data primer ialah data yang diperoleh lansung dari wawancara langsung kepada masyarakat, dengan menggunakan proses tanya jawab secara lisan dan mendalam tentang suatu persoalan tertentu. Di dalam wawancara ini ada beberapa petanyaan yang pokok da berfungsi sebagai pedoma atau acuan yang bersifat fleksibel, sedangkan pertanyaan berikutnya didasarkan pada jawaban responden terhadap pertanyaan sebelumnya. Cara ini diharapkan dapat memperoleh data lebih lengkap dengan data permasalahan penelitian ini.
Data sekunder
Data sekunder diperoleh studi kepustakaan, yang mana dilakukan melalui pembelajaran terhadap buku-buku, jurnal hukum, fatwa dewan syari’ah, karya-karya ilmiah dan peraturan perundang-undangan yaang ada hubungannya dengan obyek penelitian, dengan tujuan untuk memperoleh data yang diperlukan penulisan skripsi.

Teknik Pengolahan Data

Data sekunder diperoleh di lapangan secara lengkap kemudian dlakukan pengolahan dan analisis data, yang terdiri dari :
a. Editing
Pada tahapan ini, data yang dibaca dan diperiksa kembali untuk mengetahui apakah data yang diperoleh di lapangan sudah lengkap apa belum. Jika terjadi kekurangan terhadap data primer maka data tersebut di kembalikan ke lapangan dan dilakukan pemeriksaan kembali.
b. Coding
Setelah data diperoleh secara lengkap maka di lanjutkan untuk diklarifikasikan dalam susunan tertentu secara sistematis

Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, pendekatanyang digunakan ialah pendekatan deduktif yaitu cara berfikir dengan menarik suatu kesimpulan dari data yang bersifat khusus ke data bersifat umum, sedangkan pendekatan yang bersifat induktuf ialah cara berfikir dengan menarik kesimpulan dari data yang bersifa umum ke data yang bersifat khusus. Dalam penelitian ini juga, data sekunder yang telah diperoleh diperksa apakah data tersebut sudah lengkap sesuai dengan keperluan penelitian apa belum, kemudian data tesebut diolah. Tentunya analisis tersebut diuraikan secara sistematis terlebih dahuku sehingga pada akhirnya diperoleh data untuk menjawab permasalahan dalam bentuk uraian-uraian yang pada akhirnya dapat menjawab permasalahan yang ada.

0 komentar:

 

My Blog List

Link

Education and Training Blogs - BlogCatalog Blog Directory

cari artikel, makalah, skripsi disini Copyright © 2009 FreshBrown is Designed by Simran