Jumat, 22 Mei 2009

PROSEDUR LABORATORIUM UNTUK MENENTUKAN DAYA CERNA

Percobaan pencernaan memerlukan waktu, materi, biaya dan tenaga, sehingga perlu di cari jalan untuk mngmbangkan metode laboraturium yang meniru percobaan pencernaaan. Oleh karena pencernaan pada non-ruminansia sukar di tiru keseluruhan nya sehingga pengembangan nya sangat lambat.daya cerna bahan makanan untuk ruminansiadapat di tentukan dengan teliti dengan menggunakan metode in vitro 2 tingkat .sehingga cuplikan ke 1 cuplikan bahan makanan yang telah di giling di inkubasikan selama 48 jam cairan dalam rumen yang mengandung bufter dan dalam kondisi anaerobik .pada tingkat ke 2 sample tersebnut di asamkan dengan HCL sampai Ph 2 dan kemudian dicerna denmgan pepsin selama 48 jam sisa yang tidak larut setelah proses ini di saring, dikeringkan dan di bakar untuk mendapatkan berat abunya dan berat yang hilang dalam pembakaran ini adalah berat bahan organik.koefisien cerna yang di tentukan secara invivo biasa nya 1-2% lebih rendah dari harga in vitro teknik ini di gunakan secara luas untuk menganalisis makanan kasar.data ini brrharga /untuk menyusu ransum ternak perah yang berproduksi tinggi dan berat ternak potong yang bertambah maksimum .


TOTAL DIGESTIBLE NUTRIENTS (TDN)

Sistem TDN ini dulu banyak di gunakan di amerika serikat ,tetapi sekarang di ganti dengan suatu sistem yang berdasarkan atas energi ( energi dapat di cerna ,energi tersedia atau energi termetabolisme dan energi netto)yang di bicarakan pada bab 15. dalam sistem TDN ini nilai makanan dihitung untuk setiap bahan makanan sebagai berikut :

TDN % = %protein kasar dapatdi cerna + %serat kasar dapat di cerna + %BETN
Dapat di cerna +2,25x (% ekstrak eter dapat di cerna ).

Standar makanan yang moderen di nyatakan energi dapat di cerna (DE) dan energi metaboisme (ME) dalam sauan kalori dan tabel untuk komposisi makanan mengandung nilai DE dan ME . apabila niai analitik tidak dapat maka nilai ME dan DE dapat di hitung sebagai berikut :

DE (kcal/kg) = DE (kcal/kg) = TDN x 4409 kcal
100
ME (kcal/kg untuk ruminansia =DE (kcal) x 0,82
ME (kcal/ untuk babi = DE (kcal/kg) (96-0,202 x protein %)
100


VALIDITAS DATA KOEFESIEN CERNA

Daya cerna di dasarkan atas suatu asumsi baha zat gizi yang tidak terdapat dalam feses adalah habis untuk di cerna dan di absorsi . telah di ketahui dalam retikulorumen di produksi gas metan yang berasal dari karbohidrat makanan dan gas ini hilang dngan jalan eruktasi yaitu kel;uar melalui mulut . Sebagian dari bahan yang terdapat dalam feses ini adalah enzime, yang di ekskresikan ke dalam saluran pencernaan yang tidak di absorbsi kembali , dan juga bahan yang berupa hasil kikisan sel sel dari dinding pencernaan . Nilai nilai yang di dapat pada percobaan pencernaan dalam tabel 14.1 di sebut aparent digestion coeffisient (koefisien cerna semu) sedang kan yang lainnya di sebut koefisien cerna sebenar nya yang jumlah makanan metaboik nya sudah dikurang kan dari zat makanan yang ada dalam feses untuk jelas nya lihat keterangan sebagai berikut :
True Digestion (TD) =N makanan – (N feses – N metabolik) x 100 %
N makanan
TD = Koefesien cerna sebenarnya
N = Nutrient (zat makanan)


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA CERNA

Beberapa faktor yang mempengaruhi daya cerna makanan atau ransum dan untuk memahami hal ini dapat di terangkan seperti di bawah ini :

Komposisi makananDaya cerna makanan berhubunghan erat dengan komposisi kimiawi nya , dan seraty kasar mempunyai pengaruh yang terbesar terhadap daya cerna ini. Baik susunan kimia maupun proporsi serat kasar dalam makanan ’perlu di pertimbangkan . bahan makanan seperti jagung , ketela , beras atau gandum menunjukan variasi daya cerna yang keil oleh karena kadar serat kasar nya rendah dan proporsi nya tidak banyak berbeda.
Daya cerna semu protein kasar
Ini tergantung pada protein perserntase kasar dalam makanan olekh karena nitrogen m,etabolik konstan jumlah nya .sehingga pengurangan terhadap nitrogen dalam makanan dan protein juga tetap
Lemak
Kebanyakan ransum hewan kadar lemak nya rendah . dan pengaruh nya pada pemberian makanan secara praktis sangat kecil . pola ekskresi dari lemak metabolik sama dengan pada nitrogen metabolik.
Komposisi sumsum
Telah di ketahui daya cerna campuran bahan makanan tidak selalu sama dengan rata ratadaya cerna komponen komponen bahan bahan yang menyusun nya apabila di tentukan secaa tersendiri.di dalam percobaan di tunjukan bahwabsetiap bahan makanan yang di tunjukan bahwa setiap bahan makanan .mungkin mempengaruhi daya cerna dari bahan lain . Hal ini di sebut dengan efek asosiasi.
Penyiapan makanan
Beberapa perlakuan terhadap bahan makanan misal nya pemotongan penggilingan dan pemasakan mempengaruhi daya cerna nya . biji-bijian yang .tidak di remukanlebih dahulu untuk sapi dan babi akan kelur dengan feses tanpa di cerna . sehingga akan mengurangi daya cerna nya.. wafering dari hijauan yaitu hijauan ini di pres menjadi blok blok kecil tidak banyak mempengaruhi daya cerna nya.

Faktor hewan
Bahan makanan yang redah serat kasar nya , daya cerna nya hampir sama untuk ruminansia dan non ruminansia . tetapi bahan makanan yang mengandung serat kasar lebih baik di cerna ruminansia
Jumlah makanan
Penambahan jumlah bahan makanan yang di makan mempercepat arus makanan dalam usus sehingga mengurangi daya cerna .,



DAYA CERNA MINERAL

Kadar mineral dalam feses yang berrasal dari tubuh atau mineral endogen dalam feses sangat besar sehingga koefisien cerna semu tidak mempunyai arti yang penting . sebalik nya daya cerna sebenar nya mempunyai arti yang penting oleh karena menunjukan jumlah mineral yang tersedia untuk dapa di gunakan hewan . pemindahan antara mineral endogen dan mineral eksogen yang brasal dari makanan dapat di kerjakan dengan menggunakan radioistop unuk menghitung daya cerna sebenarnya.

0 komentar:

 

My Blog List

Link

Education and Training Blogs - BlogCatalog Blog Directory

cari artikel, makalah, skripsi disini Copyright © 2009 FreshBrown is Designed by Simran