Jumat, 22 Mei 2009

Pendidikan Kesehatan di Lingkungan Masyarakat

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, namun tingkat kesehatan masyarakat masih sangat rendah.

Kesehatan adalah keadaan sempurna baik fisik, mental, sosial maupun ekonomi. Pemerintah telah memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat yang merupakan suatu usaha untuk meningkatkan tarap kesehatan masyarakat menjadi lebih baik, dan diharapkan masyarakat dapat memahami dan menyikapi serta menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari, yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Adanya pendidikan kesehatan yang memadai dalam masyarakat, maka akan meningkatkan kesadaran masyarakat itu sendiri tentang pentingnya penerapan hidup sehat.
Masalah kesehatan itu di pengaruhi oleh beberapa faktor, diantaramya: tingkat pendidikan, tingkat ekonomi dan kondisi lingkungan kehidupan mayarakat. Sedangkan menurut Sarwono (1993: 1)
“ Masalah kesehatan masyarakat pada dasarnya menyangkut dua aspek utama. Yang pertama ialah aspek fisik, seperti sarana kesehatan dan pengobatan penyakit, sedangkan yang kedua adalah aspek nonfisik yang menyangkut perilaku kesehatan”..
Pemerintah telah menyediakan fasilitas- fasilitas kesehatan, misalnya rumah sakit, puskesmas, poliklinik dan lain- lain. Namun, bukan hanya penyediaan fasilitas kesehatan dan pengobatan itu saja yang harus disediakan oleh pemerintah, melainkan pemerintah juga perlu memberikan pengertian dan kesedaran pada masyarakat tentang manfaat serta pentingnya fasilitas pelayanan kesehatan tersebut untuk meningkatkan dan memulihkan kesehatan mereka sehingga fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal.
Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bukanlah hal yang mudah, diperlukan pengertian, kesadaran dan penghayatan oleh masyarakat terhadap masalah– masalah kesehatan mereka sendiri dan cara– cara pemecahannya. Metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan menurut Tjitarto (1992: 244-257) yaitu
“ a) Ceramah kesehatan yang bertujuan untuk berkomunikasi dengan orang lain, dengan cara berbicara dan berinteraksi. Minatnya harus ditumbuhkan dengan diskusi, nyanyian dan peragaan. b) Dengan cara dongeng binatang tujuannya untuk mengajarkan anak- anak cara bertingkah laku yang baik melalui perbuatan yang dilakukan oleh tokoh- tokoh dongeng tersebut. c) Poster tujuannya untuk memberikan informasi dan nasehat, arah dan petunjuk dan mengumumkan peristiwa atau program yang penting. d) Peragaan adalah cara yang menyenangkan untuk menyampaikan pengetahuan dan keterampilan”.
Perilaku hidup sehat dapat diterapkan dari diri sendiri yakni dengan cara:
Makan makanan yang bergizi, istirahat dan olahraga yang cukup, tidak merokok, tidak minum– minuman keras dan menjauhi narkoba, selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Faktor Hereditas
Faktor keturunan sangat mempengaruhi kesehatan seseorang, khususnya ibu. Ibu adalah faktor utama dalam mewariskan kesehatan bagi anak– anaknya. Jika orang tuanya tidak memiliki penyakit, maka anaknya akan mewariskan kesehatan yang baik dan apabila orang tuanya memiliki penyakit, maka anaknya juga akan mewariskan kesehatan yang rendah. Oleh sebab itu, pendidikan kesehatan sangat berperan penting bagi masyarakat atau orang tua agar dapat menyadari dan melakukan hal– hal yang dapat mewariskan kesehatan yang baik pada keturunan mereka. Misalnya seorang ibu yang sedang hamil harus makan makanan yang bergizi agar anaknya memiliki kesehatan yang baik.
Perubahan perilaku manusia
Perubahan perilaku manusia akan terjadi karena adanya interaksi dengan orang lain atau lingkungan sekitar. Perubahan perilaku manusia ada tiga:(1) Perubahan alamiah adalah perubahan yang terjadi pada diri seseorang secara alami. Apabila terjadi perubahan lingkungan sosial budaya, maka secara tidak langsung anggota masyarakat setempat juga akan mengalami perubahan dan itulah yang disebut perubahan alamiah; (2) Perubahan terencana adalah perubahan yang memang direncanakan oleh seseorang. Misalnya seseorang yang suka merokok, kemudian ia mengalami penyakit asma dan mulai saat itu ia memutuskan untuk berhenti merokok; (3) Kesediaan untuk berubah terjadi apabila terjadinya suatu pembangunan atau inovasi di dalam masyarakat. Sebagian masyarakat dapat menerima perubahan itu dengan cepat dan ada juga yang lambat. Hal itu terjadi karena setiap orang mempunyai kesediaan untuk berubah yang berbeda– beda meskipun dalam kondisi yang sama.

0 komentar:

 

My Blog List

Link

Education and Training Blogs - BlogCatalog Blog Directory

cari artikel, makalah, skripsi disini Copyright © 2009 FreshBrown is Designed by Simran